Skaneateles, Onondaga. “Gilly…. Eh, Angela. Apa kau sudah bangun?” tanya Freddy seraya mengetuk pintu kamar tamu tempat Angela menginap. “Ya, sebentar aku akan segera keluar,” ujar Gilly setengah berteriak di dalam sana. Tak lama pintu bercat putih pun terbuka, wajah Gilly menunduk seraya merapikan kaos putih dengan sweater panjang pemberian dari Dario. “Ada apa?” “Sarapan sudah siap, mommy meminta kita sarapan bersama.” Gilly mengangguk pelan kemudian mengangkat wajahnya. Betapa terkejutnya ketika Freddy melihat wajah Gilly yang begitu mirip dengan sahabatnya itu meski ada beberapa bekas luka bekas operasi di sisi pipinya. “Kenapa kamu melihatku seperti melihat hantu?” Freddy menarik nafasnya lalu menggeleng. “Tidak, aku hanya terkejut saja ternyata di balik perban yang melingkar d

