“Tuhan….” ucap Gilly dalam hati. Dengan mata yang terpejam dan kedua tangan yang mengatup, Gilly menggumamkan kata demi kata. “Terima kasih atas semua kemudahanmu sampai aku berada di sini, meski aku sadar caraku ini salah lari dari masalah dengan suamiku. “Aku tidak punya pilihan selain menyelamatkan diri dari kejamnya sang suami yang masih terjebak dengan masa lalunya yang menyakitkan itu. Tolong lindungi aku, Tuhan. Permudahkanlah langkahku di lembaran baru ini tanpa ada bayang-bayang ketakutan, ancaman dan juga rasa sakit,” doa Gilly cukup dalam hati ketika dia kini berada di mobil bersama dengan Feedy. “Kenapa kamu tersenyum seperti itu? Apa ada hal yang saat ini membuatmu senang?” Gilly mengangguk pelan. “Mm… Tidak ada. Aku hanya bersyukur, Tuhan mengabulkan doaku.” Freddy menol

