“Kalian berdua benar-benar tidak berguna!” Dalam kegelapan malam yang pekat di kota Seoul, Gabriel duduk di tengah ruangan yang redup. Di depannya terdapat dua orang kepercayaan, Faruk dan Tony. Dua laki-laki itu berdiri menghadap Gabriel dengan wajah cemas dan juga ketakutan. “Dua minggu! Sudah dua minggu istriku pergi, dan kalian masih belum menemukannya!” kata Gabriel seraya menekan setiap kalimatnya. Meski berada di ruangan yang gelap, Faruk dan Tony bisa melihat manik mata sapihere itu berapi-api. Gabriel marah besar. Ketakutan mereka pun semakin menjadi akan nasib yang tidak ingin seperti kesembilan rekannya yang lain—meregang nyawa di tangan laki-laki kejam di depannya itu ketika mereka kembali gagal menemukan keberadaan Gilly Bachmeier, istri Gabriel Bachmeier yang kini genap su

