Cahaya matahari sore menembus atap mall mewah, menerangi partikel debu yang terbang di udara. Anya, dengan senyum lebar, menikmati saat memilih pakaian-pakaian yang cantik dan yang menurutnya cocok untuk ibu dan adiknya – Ara. Kartu yang diberikan oleh Ethan masih tersimpan aman di dompetnya. Berbelanja di mall membuatnya lupa akan kekesalan yang ia rasakan pada Ethan bahkan ia beberapa kali tersenyum mengingat saat Ethan memberikannya kartu tersebut. Setelah cukup lama memilih, akhirnya Anya terpaku pada baju bermotif bunga dan bermotif kupu-kupu. “Sepertinya ini cocok untuk ibu dan Ara,” gumamnya pelan sambil memperhatikan lebih detail baju yang ia pilih. Anya telah membayangkan senyum ibu dan Ara saat memakai gaun pemberiannya. Tiba-tiba. Brukk! Sebuah tabrakan keras mengguncang t

