Tiga hari berlalu. Udara pagi terasa lebih segar saat Anya kembali ke kantor setelah cuti sakit. Langkahnya terasa lebih ringan, walaupun masih sedikit sempoyongan. Ia berharap bisa kembali beraktivitas normal, mengusir rasa bosannya yang telah menyelimuti hari-harinya selama di rumah. Namun, sesuatu yang tak terduga menunggunya. Begitu sampai di meja kerjanya, ia di sambut hangat oleh rakan-rekan kerjanya. “Bu Anya bagaimana keadaanmu?” “Alhamdulillah, sudah sehat,” jawab Anya singkat dan tersenyum lebar. Pertanyaan demi pertanyaan mengalir, menciptakan suasana hangat yang membuat Anya merasa sedikit lega. Walau pun ia tahu maksud keramahan rekan-rekannya – itu semua karena ia istri dari Wakil Direktur. Anya pun bergegas ke mejanya, namun rasa lega yang ia rasakan pun sirna tergantik

