Jam menunjukkan pukul 12.00 siang. Rumah besar itu sunyi, hanya diiringi dengan jam dinding mereka pagi hari. Ethan bosan setengah mati di kantor karena tak bertemu Anya seharian, ia pun memutuskan pulang dengan alasan makan siang. Namun kamar mereka kosong melompong, hanya menyisakan aroma parfum Anya yang samar. Ia mencari keseluruh penjuru ruangan, panik mulai menggigit. Dan ponsel Anya tergeletak di atas meja tanpa pemiliknya. Satu-satunya harapan adalah para pelayan. Salah satu pelayan berbisik mengatakan jika Nona Anya sempat berkeliling rumah beberapa jam lalu tetapi setelah itu dia menghilang. Kecemasan Ethan menbuncah, ia memerintahkan semua pelayan untuk mencari Anya. Menyisir setiap sudut rumah setiap kamar, bahkan taman dan kebun di belakang rumah yang luasnya seluas lapang

