Kenangan Yang Hilang

1134 Kata

Setibanya di rumah sakit terdekat, Anya segera mendapatkan pertolongan. Ethan dan Kakeknya menunggu di ruang tunggu dengan penuh kecemasan. Detak jam di dinding ruang tunggu terasa seperti palu yang memukul-mukul dadanya. Ia terus mondar-mandir dan telapak tangannya berkeringat dingin. Sedangkan Michael Stone tampak duduk diam, walah sebenarnya dalam hati ia merasa cemas dan takut. Sudah satu jam berlalu, namun tak ada tanda-tanda bahwa dokter yang menangani Anya keluar. Waktu terasa panjang begi mereka. Aroma disinfektan yang menusuk hidung seakan semakin memperkuat perasaan tegang yang menyelimuti mereka. Akhirnya, pintu ruangan perawatan terbuka. Seorang dokter dengan ekspresi tenang, namun tetap terlihat kelelahan melangkah keluar. Ethan dan Kakeknya berdiri tegak bersamaan, mata m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN