Kebencian Membara Di Kantin

1153 Kata

Aroma wangi kopi dan makan siang memenuhi udara Kantin, namun aroma itu tam mampu menutupi ketegangan ang mencekik. Lantai marmer berkilau memantulkan bayangan Anya yang saat ini terkulai lemah di lantai sambil memegangi perutnya yang sakit. Sarah, istri dari Wakil Direktur Felix berdiri di hadapannya dengan kemeja yang penuh saos dari tumpahan makanan Anya. Wajah wanita itu tampak memerah, yang menandakan ia sangat marah setelah apa yang terjadi. Tumpahan makanan dari nampan Anya membuat kebenciannya semakin menjadi-jadi. Baginya, Anya adalah ancaman besar untuk menjadi Nyonya besar. Yah, itulah yang ia harapkan dengan menikahi Felix cucu dari pengusaha besar Michael Stone. Udara di sekitar mereka seakan membeku. Karyawan lain, yang biasanya berceloteh riang saat jam makan siang, kini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN