Salah Paham

1255 Kata
“Saya akan jaga rahasia Bapak!” ucap Meilani patuh. “Bagus, aku anggap kau adalah orang yang bisa dipercaya,” ucap Jonathan yang tidak sadar kalau ekspresi wajah Meilani sebenarnya menahan jijik pada bosnya itu. Dalam otak Meilani Jonathan itu meminta dirinya agar merahasiakan dirinya yang seorang gay. “Tapi Pak, kenapa Pak Frans mengatakannya padaku. Bukankah itu adalah rahasia kalian berdua yang semestinya tidak diceritakan ke saya?” tanya Meilani. Jonathan menarik napas panjang. Sejauh mana memang Frans memberi tahu gadis itu. Apa dia tidak memberitahunya kalau dia adalah seorang yang bisa menyembuhkan penyakit anehnya itu? Sepertinya dia tidak memberitahunya karena gadis ini malah bertanya hal seperti itu. “Meilani, seharusnya kamu sudah tahu kenapa rahasia itu diceritakan padamu. Tetapi sepertinya Frans belum memberitahu semuanya. Ya sudah nanti untuk hal ini kita bahas lagi. Sekarang aku sibuk. Kamu sudah mendapat jadwal-jadwalku kan?” tanya Jonathan. “Oh sebentar Pak, aku ambil dulu di meja,” ucap Meilani segera bergegas kembali ke meja kerjanya. Kalau tidak salah di sana sudah ada jurnal tentang jadwal-jadwal Presdir yang ditinggalkan oleh Frans di sana. Jonathan mencoba berusaha sabar menghadapi karyawan barunya itu. Dia paling tidak suka dengan karyawan yang lelet dan tidak cekatan. Tak lama kemudian Meilani datang tergopoh-gopoh sambil membuka jurnalnya. “Hari ini jam sebelas pagi Bapak dijadwalkan bertemu dengan Direktur Utama LL Mall di restoran Hotel Sultan Pak,” ucap Meilani menyebutkan jadwal Jonathan untuk hari ini. “Oke, kamu bisa siapkan semua materi untuk agenda itu kan?” tanya Jonathan mengetes kecekatan Meilani dalam pekerjaannya itu. Tidak kurang dari dua jam dia resmi menjadi sekretaris Jonathan, Meilani memang masih terlihat kebingungan di hari pertamanya bekerja. Jonathan menarik napas sambil berusaha membaca mantra kalau dia harus sabar dulu dan jangan gampang marah. “Oke, karena ini adalah hari pertamamu bekerja, saya mencoba memakluminya. Sebagai sekretarisku, kamu harus tahu orang-orang penting yang berhubungan dengan saya. Kamu juga harus tahu beberapa orang penting di anak perusahaan LLC maupun mitra bisnis LLC. Saya beri waktu kamu tiga hari untuk beradaptasi!” ucap Jonathan. “Terima kasih Pak atas pengertiannya,” ucap Meilani dengan mata yang berbinar. Salah satu poin dari Jonathan yang Meilani anggap kalau Jonathan masih mempunyai sisi baik lainnya. Terutama bagi karyawan baru seperti Meilani yang sama sekali buta pengalaman. “Kalau begitu, dalam tiga hari ini aku akan meminta Frans untuk membantumu mengenali job desk mu,” ucap Jonathan memberi kebijakan yang lain. “Terima kasih Pak,” ucap Meilani kemudian berbalik dan hendak kembali lagi ke meja kerjanya. Jonathan memandangi Meilani yang pergi dengan sorot mata  elang. Dia sangat berbeda dari kemarin. Apa karena sekarang dia menjadi sekretarisku. Dia terlihat patuh. Baguslah! Setidaknya satu permasalahanku selesai. Dia tidak akan menyebarkan berita burukku di media sosial. Jonthan kemudian meraih gagang telepon dan menghubungi Frans. “Bisakah kau ke ruanganku sebentar!” Tak lama setelah itu Jonathan meletakkan gagang telepon. Dia kemudian menarik laci mejanya dan mengeluarkan sesuatu di sana. Sebuah berkas CV milik Meilani. Dia kembali lagi memeriksanya. Dia masih sangat penasaran, dia mencari-cari keunggulan Meilani di CV itu. Berulang kali Jonathan mendecak kecewa. Meilani sama sekali tidak memiliki catatan bagus di CVnya. Dia memiliki nol pengalaman. Jadi dia bekerja di LLC adalah untuk pertama kalinya dia bekerja di sebuah perusahaan besar. Selebihnya dia hanya tercatat sebagai pegawai paruh waktu dan seorang SPG di perusahaan kecil. Saat dia membolak-balik CV Meilani, datanglah Frans ke ruangannya dengan senyuman mengembang. Melihat Frans datang, Jonathan langsung menarik napas panjang dan melempar CV Meilani ke atas mejanya. Melihat gelagat Jonathan yang seperti itu Frans paham kalau dia sebentar lagi akan marah. “Ada apa Jo?” tanya Frans sedang mode on friendship. “Haruskah dia jadi sekretarisku?” tanya Jonathan sambil menunjuk berkas CV Meilani. “Aku tidak punya pilihan lain untuk menarik dia agar bisa diajak bicara Jo. Lagipula tidak ada salahnya dia jadi sekretarismu. Posisi itu kosong dan juga … kita kan mencegahnya untuk melaporkanmu!” ucap Frans. Jonathan mengusap kedua alis tebalnya. Dia merasa terbebani dengan keputusan sepihak Frans. Meskipun dia tidak sepenuhnya menolak ide dari teman dekatnya itu. “Dia sama sekali belum pernah menjadi sekretaris sebelumnya. Meskipun dia kuliah Manejemen Kesekretariatan,” ucap Jonathan. “Kau tidak usah khawatir. Dia sepertinya pintar dan cepat tanggap. Lihat saja IPK-nya. Dalam waktu dekat dia bisa jadi sekretaris andalanmu,” sahut Frans dengan nada yang optimis. “Terus, apa kau belum mengatakan kalau dia adalah orang yang bisa menyembuhkan penyakitku?” tanya Jonathan. Wajah Frans langsung berubah pucat saat Jonathan menanyakan itu. Dia memang belum sempat menceritakan itu pada Meilani. “Bukankah, kamu sendiri yang akan menceritakan itu padanya langsung, aku pikir akan lebih baik jika orang yang bersangkutan yan mengatakannya?” tanya Frans beralasan. “Apa, kenapa kau bisa bilang seperti itu, dia bilang dia sudah tahu rahasiaku?” tanya Jonathan. “Oh itu … ya … dia tahunya ….” Frans jadi gelagapan karena dia memang kemarin tidak sengaja mengatakan kalau Jonathan itu adalah gay. Dia lakukan itu semua karena ingin Meilani tidak mencurigai Jonathan sebagai orang yang m***m dan melecehkan wanita. “Begini Jo, aku kemarin mengatakan kalau kau itu adalah ….” Frans menjadi ragu untuk mengatakan itu pada Jonathan. Dia tidak tahu reaksi Jonathan jika dia mengatakan padanya yang sebenarnya. “Apa, katakan!” ucap Jonathan tidak sabar. “Dengarkan dulu penjelasanku sebenarnya. Jadi aku terpaksa mengatakan itu semua karena Meilani tidak percaya dan sulit percaya jika aku tidak mengatakan hal itu. Jadi aku sangat terpaksa. Dan aku mohon kamu jangan marah!” ucap Frans dengan sedikit terbata-bata. “Apa sebenarnya yang ingin kau coba katakan Frans?” tanya Jonathan sambil mengerutkan dahinya. Dia melihat gelagat Frans yang mencurigakan. “Jadi kalau aku tidak mengatakan ini, dia akan curiga kalau kamu adalah laki-laki yang sering melecehkan wanita. Jadi untuk membuatnya tidak curiga dan meredamnya sementara aku mengatakan kalau kamu itu –” Frans kembali menggantung ucapannya. “Aiish, sebenarnya apa yang sudah kau katakan padanya, kenapa kau malah membuatnya bertele-tele begini?” tanya Jonathan mulai kehilangan kesabarannnya karena Frans. “Maaf Jo, aku mengatakan padanya kalau kamu itu adalah seorang gay,” jawab Frans. “Apa kamu bilang???” Jonathan terlihat shock mendengar ucapan dari Frans. “Maaf Jo, aku tidak punya pilihan saat itu. Sementara Meilani tidak mau mendengarkanku terlebih dahulu.” Jonathan menutup wajahnya karena kecewa dan mencoba menutupi amarahnya pada Frans. “Setelah dia tahu kalau kamu gay, dia baru bisa diajak bicara dan mau bekerja dan datang kemari,” jawab Frans. “Kenapa kamu harus bilang kalau aku gay, pantas saja dia bilang dia akan menjaga rahasia. Dia pikir dia harus menjaga rahasia kalau aku gay,” ucap Jonathan memelas. “Maaf Jo, tapi seperti yang kamu tahu. Ini tidak buruk juga kalau dia menganggap kamu gay,” ucap Frans. “Kenapa tidak buruk. Sekarang dia menganggapku buruk karena aku seorang gay,” ucap Jonathan sedikit meninggi suaranya. “Kalau dia tahunya kamu gay, pertama dia tidak akan merasa takut kalau akan dilecehkan olehmu ….” “Hei kau pikir aku akan melecehkannya?” teriak Jonathan mulai marah. “Bu-bukan itu maksudku. Lagipula kalau dia pikir kamu gay. Dia enggak mungkin jadi sekretaris penggoda seperti sekretaris-sekretarismu sebelumnya,” ucap Frans. “KAU DALAM MASALAH BESAR DENGANKU FRANS!” ucap Jonathan sambil menarik kerah baju Frans dan menarik tubuh Frans ke dekatnya. Kedua mata Jonathan terlihat melotot seakan hendak menerkam Frans. “Pak mohon maaf ….” Tiba-tiba pintu terbuka dan Meilani masuk ke dalam ruangan dan melihat pemandangan yang membuat sebuah kesalahpahaman berlanjut.  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN