Rahasia Ya!

1241 Kata
“Meilani!” Tiba-tiba ada suara yang mengejutkannya ketika dia sedang mengaduk kopi. Meilani langsung menoleh ke belakang. Dia terkejut ketika melihat orang yang memanggilnya. Meilani terkejut karena dia melihat seseorang yang sebenarnya tidak ingin dia temui. Tetapi, kenapa orang itu ada di sini. “Apa kau bekerja di sini juga?” tanya orang itu. Meilani mengangguk dengan wajah yang datar. “Aku tidak mengira kau juga lolos. Tapi aku tidak melihat kamu di tes wawancara?” Apa dia juga diterima bekerja di sini? Astaga kenapa aku harus satu perusahaan dengannya? Aku tidak mau bertemu dengan orang yang menyebalkan seperti dia. Mira si Biang gosip. “Sebenarnya aku mengikuti wawancara paling terakhir hari itu,” jawab Meilani dengan wajah yang datar tanpa senyuman. “Oh iya, jadi kamu menempati posisi apa di perusahaan ini?” tanya Mira. “Aku?” tanya Meilani dengan tatapan yang masih sama. Tapi kali ini nada suara Meilani lebih percaya diri. “Aisssh!” Mira sepertinya kelihatan kesal sekali. “Aku bekerja sebagai Sekretaris Presdir,” jawab Meilani. “APA?” Reaksi Mira terlihat kaget mendengar Meilani bekerja sebagai sekretaris presdir. Posisi yang sebenarnya dia incar ketika melamar ke LLC. Namun, sekarang kenyataannya posisi itu diambil oleh Meilan. Sementara dia sendiri adalah sekretaris wakil presdir yang tak lain dari pamannya Jonathan Lee. “Iya, permisi! Aku harus segera membawa kopi ini untuk Pak Jo!” ucap Meilani sambil melengos meninggalkan Mira yang sudah terlihat sangat kesal sekali pada Meilani. *** *** Meilani kembali lagi ke ruangan Jonathan sambil membawa secangkir kopi pesanannya. Sampai di sana, posisi Jonathan masih belum berubah. Dia masih menatap tabletnya tanpa memerhatikan Meilani yang datang. “Pak, ini kopinya,” ucap Meilani meletakkan kopinya di atas meja. “Ya!” sahut Jonathan tanpa menoleh. Meilani menunggu Jonathan selesai dengan kegiatannya untuk sekedar memberinya sebuah penyambutan dirinya yang sudah menjadi sekretarisnya. Atau setidaknya dia mengucapkan sesuatu padanya setelah dia menjadi sekretarisnya. Jonathan kemudian meraih cangkir kopinya dan menyeruputnya. Namun beberapa teguk saja dia memuntahkan kembali kopinya ke dalam gelas lagi. “Apa-apaan ini?” teriak Jonathan marah. “Ke-kenapa Pak? Apa kopinya kemanisan atau kurang gula?” tanya Meilani gugup. “Kenapa kamu membuat kopi hitam yang manis?” tanya Jonathan. “Bukankah Bapak suka kopi hitam manis?” tanya Meilani. Dia yakin dia tidak salah dengar saat mendengar Frans mengatakan kalau Jonathan suka dengan kopi hitam yang manis. “Apa kau tadi bertanya dulu padaku kalau aku pesan kopi apa?” tanya Jonathan. “Ti-tidak Pak, saya tidak sempat menanyakan itu,” jawab Meilani gugup karena menyadari kesalahannya. “Aiiish! Kau baru pertama kali bekerja tapi sudah melakukan kesalahan!” umpat Jonathan. “Maa Pak. Saya memang salah tidak menanyakan itu dulu pada Bapak. Tapi saya sudah menanyakan dulu ke Pak Frans, katanya Bapak suka kopi hitam yang manis,” ucap Frans. “Apa kau belum pernah membuat kopi sebelumnya, kau bilang ini kopi hitam manis, hah?” teriak Jonathan. “Saya sering membuatnya Pak, kalau Bapak tidak suka kopi ini. Saya akan buatkan lagi yang baru!” ucap Meilani sambil meraih cangkir gelas di mejanya Jonathan. “Tidak usah!” ucap Jonathan ketus. Dia terlihat kesal dan marah sekali. Meilani menarik napasnya dalam-dalam. Sepertinya bekerja menjadi sekretaris Jonathan tidak akan mudah. Dia tidak tahu kalai Jonathan memiliki sifat yang gampang sekalli marah. “Pak Jo, sebelumnya saya minta maaf atas sikap saya kemarin!” ucap Meilani dengan nada yang tulus. Dia mengira kalau sikap marahnya Jonathan tadi karena dia ingin membalas dendam padanya karena sudah bersikap kasar dan menganggapnya bos yang m***m. Jonathan menatap wajah Meilani dengan tajam. Dia memang sangat kaget jika Meilani sekarang justru bersedia datang ke kantornya. Ternyata Frans bisa menyelesaikan masalahnya dengan baik. “Apa kau menyesal karena sudah bersikap tidak sopan padaku?” tanya Jonathan. “Iya Pak, saya mohon maaf karena sudah mengira Anda sebagai orang m***m. Saya sangat menyesal. Dan mohon Bapak melupakan kejadian yang kemarin!” ucap Meilani. Jonathan mendesis karena masih terlalu kesal. Dia sangat ingin marah karena sikap Meilani kemarin. Jadi, oleh karena itu dia ingin memberi pelajaran sedikit pada Meilani. “Apa sekarang kamu sudah tahu kalau aku bukan orang yang seperti kamu kira?” tanya Jonathan masih dengan suara yang meninggi. “Maafkan saya Pak, saya kurang bijak. saya hanya mengandalkan insting yang salah, sekali lagi saya minya maaf!” ucap Meilani dengan tatapan wajah yang sangat menyesal. “Kenapa saat aku kemarin mencoba menjelaskannya pada mu, kamu tidak memberiku kesempatan?” tanya Jonathan masih terbawa kesal karena kejadian sebelumnya. “Itu karena … saya tidak suka dengan orang-orang yang suka melecehkan secara seksual,” ucap Meilani sambil menunduk. “Apa, jadi menurutmu kejadian sebelumnya di sini adalah pelecehan?” tanya Jonathan dengan geram. “Iya, waktu itu Bapak sengaja membuat tangan saya menyentuh area tubuh Bapak. Oleh sebab itu saya ….” “Itu kan tidak sengaja dan hanya sebuah kesalahpahaman. Kau kan tidak sengaja jatuh menimpaku,” ucap Jonathan. Sampai saat ini, Jonathan belum menjelaskan perihal penyakitnya yang aneh itu pada Meilani. “Waktu kedua kalinya, Bapak melakukan juga saat di dekat rumahku. Apa itu tidak membuatku menjadi tambah curiga kalau Bapak itu m***m dan suka melecehkan wanita. Tapi sekarang saya sudah tahu semuanya dari Pak Frans,” ucap Meilani. Yang dimaksud Meilani sudah tahu semuanya adalah perihal Jonathan yang seorang gay. “Oh jadi dia sudah memberi tahumu semuanya?” tanya Jonathan memastikan. Kalau Frans sudah memberi tahu semua perihal penyakitnya yang kambuh kalau setiap dia marah. Itu artinya dia tidak usah memberi tahu Meilani lagi. “Iya Pak, saya sudah tahu perihal Bapak itu, dan karena alasan itu juga saya menerima tawaran Pak Frans untuk menjadi sekretaris Bapak, tenang saja semua rahasia itu akan saya jaga!” ucap Meilani. Jonathan menyeringai. Apa itu artinya Meilani siap bekerja dengannya sambil menjadi obat penyembuh Jonathan di saat dirinya kambuh. Baguslah Frans memang bisa diandalkan untuk menyelesaikan itu semua. Jonathan memang tidak mengetahui bagaimana detail-nya dia bisa membujuk Meilani untuk bicara dengannya. Meskipun awalnya Jonathan tidak berniat untuk menjadikannya sebagai sekretaris. Mereka mengejar Meilani karena bukan ingin menjadikannya karyawan di LLC. Itu lebih disebabkan karena mereka tidak ingin Meilani membuka mulut dan memposting macam-macam terkait dirinya yang bisa menghancurkan citra baik perusahaan. Ketika Frans mengabarinya kalau dia berhasil membujuk Meilani agar mau menutup mulut sekaligus menjadi orang yang menyembuhkan Jonathan di saat dia kambuh. Posisi sekretaris memang cocok untuk Meilani. Meskipun sebenarnya dari segi pengalaman, Meilani masih jauh dari standar dan layak menjadi seorang sekretaris presdir. “Kalau begitu, apa kamu bisa menerima konsekuensi yang diterima jika kamu bekerja sebagai sekretarisku?” tanya Jonathan. “Konsekuensi? Apa maksud Bapak? Saya belum mengerti?” tanya Meilani sedikit agak terkejut mendengarnya. Jonathan seolah terkesan kalau ia bekerja dengannya akan ada resiko tinggi yang akan dia tanggung. “Kau harus merahasiakannya dari siapapun. Bahkan dari keluargamu tentang semua pekerjaan di sini. Khususnya mengenai rahasiaku. Kalau kau membocorkannya. Aku tidak segan memecatmu dengan tidak sopan,” ucap Jonathan sambil menatap tajam pada Meilani. Aisssh. Dia memang benar-benar ingin menyembunyikan tentang penyimpangan seksnya. Kenapa laki-laki setampan dia menjadi seorang penyuka sejenis. Dia pasti sudah mempunyai kekasih gay-nya. Dan aku pasti mau tidak mau akan menjadi saksi setiap mereka akan bertemu. Ya Tuhan, haruskah aku melakukan pekerjaan ini? “Baik Pak, saya akan menjaga rahasia Bapak,” jawab Meilani dengan senyum cemerlang. Dia terpaksa melakukan pekerjaan ini kalau dia ingin menyambung hidup. Meskipun dia harus melindungi dan mendukung perbuatan menyimpang bosnya itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN