Tuduhan Meilani

1119 Kata
Jonathan masih mencoba mencari pilihan jawaban yang paling tepat untuk pertanyaan Meilani itu. Dia tidak ingin kalau nanti Meilani akan mengecapnya sebagai pria aneh. “Aku akan memberi kesempatan padamu untuk sesi wawancara susulan. Bagaimana, apa kamu berminat?” tanya Jonathan pada Meilani. Kali ini wajah Meilani malah tambah bingung dengan pertanyaan Jonathan. Dalam pikiran Meilan, kenapa seorang Jonathan bisa repot-repot datang mencarinya hanya demi memberitahu kalau dia diberikan kesempatan kedua untuk ikut wawancara. Sepertinya memang bukan hal yang biasa sampai-sampai seorang bos datang padanya langsung. “Maaf Pak, aku sudah tidak berminat lagi bekerja di LLC. Karena aku tidak sanggup bekerja dengan seorang bos yang m***m sepertimu,” ucap Meilani sambil terus berusaha menyingkirkan tangan Jonathan. “APA KAU BILANG. BOS m***m!!!” Jonathan tidak suka dengan tuduhan Meilani seperti itu. Dan dia tidak mau kalau reputasinya hancur gara-gara cuitan dia nanti di media sosial. “Iya kau memang bos m***m. Aku tahu tidak akan ada wawancara susulan di LLC, jagi berhentilah mengikutimu!” Meilani tidak tahan lagi jika terus berurusan dengan orang semacam Jonathan. Meilan kemudian berjalan menjauh dari mobil Jonathan. Merasa kesempatannya untuk bisa mendapatkan kesepakatan dengan Meilan. Jo segera turun dari mobilnya dan berjalan menyusul Meilani yang memasuki gang sempit itu. “Meilan tunggu dulu!” ucap Jonathan meminta Meilan untuk berhenti melangkah. Meilan tidak peduli Jonathan memanggilnya. Dia tetap berjalan cuek tanpa menoleh ke belakang. “Meilan tunggu!” Jonathan terus berjalan menyusul langkah Meilan yang cepat.   Astaga kenapa dia berjalan cepat sekali. Jonathan terus mengikuti langkah Meilan sambil terus berteriak -teriak memanggil nama Meilan. “Mbak Meilan ada yang manggil tuh!” seorang ibu-ibu yang kebetulan berpapasan dengannya memberi tahu. “Biarin Bu, dia orang gila!” ucap Meilan asal bicara. “Loh orang gila kok bajunya pakai setelan jas?” tanya ibu tidak heran mendengar jawaban Meilan. “Woii, aku bukan orang gila!” seru Jonathan yang rupanya bisa mendengar perkataan Meilan itu. Meilan kemudian menoleh ke arah Jonathan yang terengah-engah menyusulnya berjalan. Dia memegang lututnya ketika berhasil menjajari langkahnya dengan Meilan. “Kenapa masih mengikutiku?” tanya Meilan dengan mata yang melotot. “Beri waktu aku sepuluh menit untuk menjelaskan apa yang terjadi!” pinta Jonathan sambil mengatur napasnya yang terengah-engah. “Tidak. No time!” jawab Meilan menolak. Dia segera berjalan lagi untuk meninggalkan Jonathan. “Lima menit!” ralat Jonathan. “Tidak!” jawab Meilan tidak menolak. “Satu menit!” ucap Jonathan tetap meminta Meilan untuk memberinya waktu untuk menjelaskan maksudnya. Meilan merasa tidak nyaman karena Jonathan terus memaksa dirinya untuk mendengarkan maksudnya. “Okelah. Satu menit!” Akhirnya Meilan memberinya waktu. “Begini. Sebentar!” Jonathan mengatur napasnya dulu sebelum dia memulai bicaranya. “Waktu satu menitmu tetap berjalan,” ucap Meilan membuat Jonathan terperangah dengan sikap Meilan yang semena-mena padanya. “Aku mencarimu karena aku ada yang ingin aku sampaikan padamu Meilan. Kejadian sebelumnya di kantor tadi itu bukan karena aku sengaja melakukannya padaku. Aku ini punya –” “Waktumu habis. Maaf. Segera pergilah dari sini. Kalau tidak aku akan lapor RT dan warga sini kalau ada orang yang membuat kerusuhan di sini!” ancam Meilan. Jonathan sungguh terkejut dengan keberanian Meilan padanya. Padahal dia tahu kalau Jonathan itu adalah Presiden dari Lee Luxury Corp. Dan dia sepertinya sama  sekali tidak memedulikan status dan jabatan Lee. “Meilan apa kau tidak tahu sekarang sedang berhadapan dengan siapa?” tanya Jonathan merasa dilecehkan dan tidak dihargai oleh Meilan. “Ya aku tahu dengan jelas. Anda adalah presdir LLC yang ternyata kelakuannya m***m dan mengejar wanita karena takut wanita itu buka mulut kalau dia seorang yang –” Jonathan kemudian menutup mulut Meilan buru-buru karena dia tidak tahan mendengar  ocehan Meilan. “Hei lepaskan aku!” ucap Meilan yang dibekap mulutnya. Jonathan tidak segera melepaskan tangannya. “Jangan bilang aku lelaki m***m sembarangan. Karena aku bukan lelaki yang seperti itu!” tukas Jonathan. Merasa dirinya diperlakukan tidak sopan oleh Jonathan, Meilani kemudian mengigit telapak tangan yang membekap mulutnya. “Arrrrrgh!” pekik Jonathan kesakitan.  Meilan pun segera berlari menjauh dari Jonathan. Sementara Jonathan memandang kepergian Meilani dengan tatapan yang penuh kekesalan. Dia tidak mengira kalau untuk menemui dan mengajak bicara Meilani baik-baik sangat sulit. Kalau saja tidak banyak orang yang lewat, mungkin akan lebih mudah baginya untuk menyeret paksa Meilan. Aku tidak bisa diremehkan seperti ini.Tunggu saja Meilan. Pokoknya kau harus bisa aku dapatkan bagaimana pun caranya. Jonathan pun harus menelan rasa kecewanya karena tidak bisa meyakinkan Meilani. Dia kembali menuju mobilnya dengan langkah yang gontai. Baru kali ini dia diperlakukan tidak menyenangkan oleh seorang gadis. Tentunya selain Anita juga. Bedanya Anita seperti itu karena dia mempunyai perasaan pribadi padanya. Di dalam perjalanan pulang Jonathan menghubungi Frans. Hanya dia satu-satunya yang bisa membantunya kali ini juga. Meilani tidak akan mungkin lagi memberinya kesempatan untuk bicara padanya. Jadi harus ada orang lain yang menjadi perantaranya. Dan itu adalah Frans. “Halo Frans.” “Iya Boss ada apa?” tanya Frans. “Aku sudah bertemu dengan Meilani. Dan tidak berhasil mengajaknya bicara baik-baik. Astaga tadi juga dia memanggilku lelaki m***m di depan banyak orang.” “Wah, benarkah itu. Dia cukup berani juga mengatakan itu.” “Kau saja yang urus. Karena sepertinya aku sudah dicap buruk olehnya.” “Hahaha. Membujuk gadis itu sepertinya sangat sulit Bos!” “Pokoknya bagaimana pun caranya kau harus bisa membungkamnya. Dan o iya saru lagi.” “Apa Bos?” tanya Frans menanyakan hal lainnya lagi Jonathan. “Aku ingin dia jadi pengganti Agnes. Biskah kau bujuk dia dan tawarkan berapa pun yang di mau untuk jadi wanitaku!” “APA! Apa maksud bos dia jadi wanitamu. Apa bos tertarik padanya?” tanya Frans. “Tidak. Aku tidak suka wanita seperti itu. Aku hanya butuh dia sebagai penyembuh penyakit ku saja!” jawab Jonathan enteng. “Aku yakin dia tidak akan mau Bos.” “Pokoknya kau lakukan apa saja agar bisa membuatnya menyetujuinya jadi wanitaku.” “B-Baik Bos. Akan aku usahakan. Tapi sepertinya itu memang tidak akan mudah membujuknya menjadi wanita seperti itu.” “Kita lihat saja, apa dia menolak atau tidak. Tawarkan uang yang banyak agar dia tertarik!” sambung Jonathan lagi. “Baiklah Bos. Aku akan berikan hasilnya padamu setelah aku menemuinya dan membujuknya.” “Ok. Pokoknya kau harus mendapatkannya. TITIK!” “Iya Bos, akan aku maksimalkan usaha membujuknya.” Klik. Sambungan telepon terputus. Jonathan kemudian melajukan kembali mobilnya menuju rumahnya. Semoga saja Frans bisa berhasil membujuk Meilan. Kalau tidak Jonathan harus memikirkan cara lain lagi untuk bisa membujuk Meilan. Jonathan merasa kalau saat ini dia memang butuh seorang perempuan untuk membantu mengatasi masalahnya. Dan Meilan mungkin jawabannya yang tepat sekarang. Hanya dengan menyentuh tangannya saja gejala aneh itu tiba-tiba menghilang dari tubuhnya.        
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN