“Mau ke mana?” Dimas menarik pelan tangan Kiandra. Kiandra membalik tubuhnya dengan cepat sambil mengibas rambutnya sengaja. Karena jarak yang cukup dekat antara Kiandra dan Dimas, maka, Dimas pun terkejut mendapati kibasan rambut Kiandra yang tiba-tiba. “Mandi, nggak lihat apa mataku ada beleknya,” sindir Kiandra pada ucapan Dimas beberapa saat lalu, Dimas mengangguk tanpa melepaskan tangan Kiandra. “Selesai mandi, bikinin aku kopi, ya,” pinta Dimas pada gadis itu. Kiandra mengernyitkan keningnya. “Kok aku? Kamu aja sendiri sana, di dapur ada kok kopi sama gu—” Dimas bergerak mendekat, mensejajarkan wajahnya dengan wajah Kiandra. Kiandra langsung diam seakan mulutnya tertutup, dan matanya membesar menatap Dimas dari jarak yang lumayan dekat. “Aku tunggu di ruang tengah, setelah mandi

