Dimas dan Kiandra tiba di salah satu resto dan kafe yang terletak lumayan jauh dari rumah Kiandra. Dimas melepas seatbelt-nya dan juga seatbelt Kiandra. Setelah Dimas melepaskan seatbelt, dia langsung turun mobil, dan berjalan mengitari mobil lalu membuka pintu. Dimas berjalan lebih dulu diiringi oleh Kiandra untuk masuk ke dalam rumah makan. Mereka memutuskan untuk duduk di meja nomor 10. Tidak perlu lama menunggu setelah memesan, makanan mereka kini sudah terhidang di atas meja. “Dihabisin, ya, kalau nggak, sayang.” Kiandra menatap Dimas dengan terkejut. “Sayang-sayang mulu, kan, udah aku bilang kalau berduaan nggak usah sayang-sayangan.” Kiandra mengingatkan Dimas. Dimas mengernyitkan keningnya. “Yang bilang sayang ke kamu siapa?” “Kamu, lah, dari kemaren malah,” sahut Kiandra.

