Khai menghentikan mobilnya di depan pagar yang sangat besar. Dari luar saja rumah ini sudah sangat mengagumkan apalagi jika Khai melihatnya dari dalam. Khai tidak dapat membayangkan betapa indahnya rumah ini. "Besar juga ya rumah Lo," ucap Khai kepada Calla. Calla tersenyum mendengarnya sambil ia membuka seat belt. "Rumah orang tua gue, Khai. Bukan rumah gue. Lagian gue yakin rumah lo juga besar." Khai menganggukkan kepalanya. Rumahnya memang besar, tapi tidak sebesar rumah Calla. "Makasih ya untuk hari ini, gue sangat senang Lo mau nemenin gue. Dan soal Axel tadi, sorry. Gue gak tau kalau dia datang tadi," tutur Calla dengan menyesal. "It's oke. Lagian kita jadi ada hiburan kan? Eh.. ngomong-ngomong biasanya kalau lo jalan sama cowok, Axel emang selalu ikut gitu?" "Yups. Lebih pa

