Perpisahan Sementara

1771 Kata

Hal yang pertama kulakukan begitu bangun dari tidur di pagi hari adalah pergi menuju dapur, karena rasa haus yang tiba-tiba kurasakan. Berniat untuk mengambil minum, setibanya di dapur yang kutemukan adalah Nenek Lana yang sedang sibuk mengemasi barang-barangnya. Aku bergegas menghampirinya. “Nek, apa yang sedang Nenek lakukan?” tanyaku. Nenek Lana menoleh ke arahku lalu seperti biasa seulas senyum ramah dia berikan padaku. “Nenek mau pulang ke kampung halaman dulu, Ash.” Kedua mataku seketika melebar sempurna. “Nenek mau pulang ke kampung halaman? Berapa lama, Nek?” “Entahlah, mungkin sekitar satu bulan.” “Hah? Lama sekali. Berarti aku sendirian di sini?” Nenek Lana terlihat iba padaku, dia mengusap kepalaku lembut. “Maafkan Nenek karena meninggalkanmu sendirian di sini. Nenek har

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN