Dua hari pulang dari Jepang, Asteria mendapatkan gaji pertamanya dari kantor ini. Suatu hal melegakan baginya karena duit tabungannya cukup terkuras banyak untuk biaya di sana. Memang dia dibiayai oleh perusahaan. Tapi kalau ingin beli oleh-oleh ya tetap pakai duit pribadi. Asteria hampir kalap saat membeli oleh-oleh. Belum tentu nanti dia punya kesempatan lagi pergi ke sana. Tapi kalau dia dan Mister Chandra sama-sama kalap kan tidak seru. Asteria mengecek rekening banknya lewat mbanking pada siang hari. Pak End bilang kalau gajian sudah turun dan minta dia mengecek sudah masuk atau belum. Asteria mengerjapkan mata merasa aneh. Jumlah nominalnya kenapa banyak sekali? Apa ini glitch dari handphone. Asteria memutuskan ke bank untuk print buku tabungan. Dia masih tidak percaya tulisan di

