Bab 12. Es Krim

1713 Kata

“Ya?” sahut Matthew tanpa mengalihkan pandangan dari layar ponselnya. Nada suaranya datar, penuh kuasa. “Kirim saja melalui e-mailku.” “Baik, Bos.” Suara di seberang menghilang, sambungan terputus. Matthew meletakkan ponsel di meja kerjanya, lalu membuka MacBook layar sentuh yang selalu menemaninya. Ada sebuah e-mail baru masuk. Ia mengkliknya, matanya menyipit begitu melihat foto yang terlampir di dalamnya. Senyum sinis perlahan terukir di bibirnya. “Apa yang sebenarnya kau rencanakan, Rey?” gumamnya pelan, nyaris seperti tawa dingin yang hanya dirinya yang mengerti. Di layar, jelas terlihat gambar Rey tengah mencium seorang wanita—wanita yang tidak asing baginya. Beverly. Nama itu sudah lama tidak ia dengar, tapi wajah itu masih jelas terekam dalam ingatannya. Wanita yang dulu dijodo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN