Beverly tersenyum menggoda ketika kedua tangannya melingkar di leher Matthew. Gerakannya tenang, seakan sudah terbiasa menarik perhatian pria. Matthew membalas dengan genggaman mantap di pinggangnya. Keduanya bergerak mengikuti irama musik, tampak serasi di mata orang lain, namun sejatinya penuh kepalsuan. “Bagaimana kabarmu, Kakak Ipar?” ucap Matthew, menekankan panggilan itu dengan nada dingin. Senyum Beverly melebar, matanya menyipit nakal. “Jangan panggil aku begitu. Terlalu kaku. Panggil saja Bev. Lagipula, kita ini keluarga… bukan musuh.” Matthew mengangkat alis, menyeringai tipis. “Kau benar. Keluarga, ya.” Namun, tatapan Beverly bergeser, mengarah ke Aurora yang tampak tertawa kecil bersama Rey. Senyum di wajahnya mengendur, lalu ia kembali menatap Matthew. “Jaga Aurora. Ja

