“Sepertinya aku berhasil membuat Matthew melirikku, Rey,” gumam Beverly, suaranya setengah berbisik namun tak mampu menyembunyikan rasa puas yang samar. Malam semakin larut. Lampu-lampu kota berlari cepat di balik kaca mobil mewah yang melaju mulus. Di kursi penumpang, Beverly menyandarkan punggungnya dengan anggun, meski hatinya masih berdebar karena kejadian di pesta. Rey menoleh sekilas lalu tersenyum puas. Ia meraih tangan Beverly, mengecupnya dengan lembut, seolah ingin menegaskan bahwa apa yang mereka lakukan adalah langkah yang tepat. “Kerja bagus, Sayang. Tunggu saja… sampai Matthew benar-benar membongkar tentang pernikahan kontraknya bersama istrinya. Saat itu, dia akan mempercayaimu sepenuhnya. Dan saat itulah kita menang.” Beverly tersenyum kecil, tapi dalam hatinya ada sesua

