Aurora benar-benar sukses menciptakan pesta yang gemerlap. Malam itu, mansion keluarga Emmanuel disulap bak istana kaca—lampu kristal berkilau di langit-langit, melodi biola mengalun lembut, dan aroma wine mahal bercampur wangi bunga segar yang memenuhi ruangan. Para tamu berdatangan dengan jas rapi dan gaun elegan; para investor kelas atas, rekan bisnis, hingga beberapa tokoh penting yang namanya sering menghiasi majalah ekonomi. Semua datang atas undangan Axel Matthew Emmanuel, pengusaha muda yang dalam beberapa tahun terakhir berhasil meroketkan perusahaannya. “Sudah siap, Wife?” suara Matthew rendah namun jelas, membuyarkan lamunan Aurora yang tengah memeriksa pantulan dirinya di cermin antik. Aurora mengangguk pelan. Malam ini ia mengenakan gaun merah berkilau, dipenuhi detail glitt

