Semerbak berbagai bau harum memenuhi indra penciuman. Bisa dibayangkan bagaimana mi bihun dalam mangkuk beserta sayur dan suiran ayam diguyur kuah kaldu. Harumnya meminta Mala untuk merangsak saja makanan itu, sayang orang di hadapannya jelas menatapnya lekat. Seolah berkata kalau Mala tidak bisa lari. Bagaimana dia bisa berkonsentrasi kalau suara adonan terigu dan jagung itu dibalik-balik dalam wajah besar, pula saat saringan itu dipukul-pukul pelan guna mengurangi minyaknya. Wujud bakwan, otak-otak, tahu pedas, hingga soto pun memenuhi otak Mala. "Woy, ini kerjain nomor 1 sampai 5!" seru Angga mengagetkan Mala, dia berengut sebal imajinasinya jadi buyar tidak karuan. "Banyak amat, jelasin aja enggak benar langsung ngasih soal-soal, dikira ini otak kecepatannya 10 mb/s apa?!" balas M

