Hari masih terlalu siang untuk dilewatkan. Meskipun Sena telah mengantarkannya ke penginapan, tetapi Mala tidak ingin hanya berdiam diri. Sesampainya di Callwilt, tempat segala keajaiban terjadi. Tentu tidak boleh disia-siakan, walaupun dia punya waktu banyak di sini. Namun, rasanya itu tidak akan bertahan lama. Entah karena apa, firasat berkata seperti itu. Mala tidak ingin memikirkan segala hal negatif, dia berbalik dari pintu penginapan dan berniat berjalan-jalan kembali. Jalanan selalu ramai dengan toko yang buka dan gerai dengan berbagai barang. Sesuatu menarik perhatiannya saat dia hendak menuju taman, Mala tidak terbiasa sendirian di dunia mimpi ini. Namun, memaksa Sena untuk selalu bersamanya juga tindakan egois. Karena itu dia memutuskan untuk membiasakan diri pergi sendirian

