Another Side

1068 Kata

Dia pikir Sena akan kembali saat malam menjemput. Namun, meski pagi mendatangi, kasur di hadapan Mala masih kosong tanpa sang pengisi. Apakah memang urusan Sena begitu banyak? Atau ada kendala? Semoga saja Sena tidak menemukan kesulitan yang berarti. Seperti pagi yang menjadi rutinitas, dia bersiap dengan rapi. Memakai gaun sebelum-sebelumnya, terlihat rapi dan segar. Ada yang ingin Mala lakukan juga. Dia harus mempersiapkan diri sendiri tanpa harus selalu dengan Sena. "Aku harap semua urusanmu berjalan lancar," gumamnya meninggalkan penginapan. Mala mengunjungi restoran yang sama seperti kemarin mereka kunjungi. Dia suka cita rasa di sini juga nuansa tenang dan harus perkayuan dari semua furniture yang ada di sana. Selain itu memang dia ingin berjalan-jalan lebih lama, memilih restoran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN