"Aku bukan berarti kalah dengan diam, tidak membalas ucapanmu. Namun, aku justru yang menang karena lebih bisa mengendalikan ego, daripada berbicara, tetapi kata-kataku menyakiti hati orang lain untuk terlihat menang." —Malapadhaya Sri Kersumawati. *** Mala masih ingat dengan jelas lelaki yang dipanggil Sena itu. Dia, orang yang sama waktu di kantin. Dengan seenaknya memalingkan muka setelah melihat wajah Mala yang cantiknya paripurna ini. Sudah cantik, imut, lucu menggemaskan, apalagi, sih, yang kurang? Versi percaya dirinya Mala. Matanya mendelik tidak suka saat Sena berjalan mendekat ke arah mereka, tepatnya pada Alvin. Melihat Alvin, Eza, dan Sena duduk bersisian seperti itu di sebelah kasur Hana, rasanya Mala sering melihat mereka. Entahlah dirinya yang kudet atau apa, yang paling

