Seseorang memecahkan konsentrasinya. Ditambah timpalan yang lainnya, lewat kaca jendela yang menggantikan dinding-dinding terhubung dengan balkon yang terkunci. "Kau tahu Pangeran Kedua telah kembali!" seru seorang pelayan berjalan di luar halaman istana. Persis di bawah kamar Mala. Kupingnya menjadi tajam tanpa diminta. Sebelum ini Mala sudah penasaran tentang bagaimana rupa Pangeran Kedua. Sekarang mendengar itu, apakah dia punya kesempatan untuk bertemu? "Ya, aku juga melihatnya berlatih pedang. Pangeran bahkan memberikan senyuman. Ah, dia benar-benar wujud pangeran yang ramah kepada rakyat. Sayang sekali, pangeran tidak suka di istana," keluh lawan bicaranya membawa satu keranjang cucian. Mereka berhenti berjalan sebentar untuk mengobrol. Kadang melihat itu Mala iri, dia juga ing

