“Apa yang kamu mau dari saya?” Mata Bevi terbelalak karena wajah Birzy terlampau dekat dengannya. Gadis itu memundurkan kepala, tapi tangan Birzy terus menekannya. Refleks tangan Bevi terangkat, menahan d**a Birzy agar tidak terlalu dekat. Birzy menunduk, mendapati tangan Bevi berada di depannya. Dia kembali menatap Bevi yang masih berkaca-kaca itu. “Bilang! Kamu mau apa?” Bevi memejamkan mata lalu menggeleng tegas. “Saya nggak mau apa-apa.” Sungguh, sekarang dia takut berhadapan dengan Birzy. Dia merasa inilah sosok Birzy yang sesungguhnya, menakutkan. “Nggak mau apa-apa,” ulangnya dengan napas tercekat. Pandangan Birzy masih tertuju ke wajah Bevi. Gadis itu memejamkan mata erat-erat. Lalu air mata itu turun dari sudut mata. Birzy membuang muka, lalu mundur begitu saja. “Jangan pernah

