11- MOMEN DI ROOFTOP

1742 Kata

“Apa yang kamu mau dari saya?” Mata Bevi terbelalak karena wajah Birzy terlampau dekat dengannya. Gadis itu memundurkan kepala, tapi tangan Birzy terus menekannya. Refleks tangan Bevi terangkat, menahan d**a Birzy agar tidak terlalu dekat. Birzy menunduk, mendapati tangan Bevi berada di depannya. Dia kembali menatap Bevi yang masih berkaca-kaca itu. “Bilang! Kamu mau apa?” Bevi memejamkan mata lalu menggeleng tegas. “Saya nggak mau apa-apa.” Sungguh, sekarang dia takut berhadapan dengan Birzy. Dia merasa inilah sosok Birzy yang sesungguhnya, menakutkan. “Nggak mau apa-apa,” ulangnya dengan napas tercekat. Pandangan Birzy masih tertuju ke wajah Bevi. Gadis itu memejamkan mata erat-erat. Lalu air mata itu turun dari sudut mata. Birzy membuang muka, lalu mundur begitu saja. “Jangan pernah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN