13- GELAP

1765 Kata

“Jangan takut.” Tubuh Bevi masih gemetar. Ruangan yang tiba-tiba gelap tanpa cahaya membuatnya ingat dengan kenangan buruknya. “Gelap... Gelap....” Birzy semakin bingung mendengar Bevi yang terus menggumam. “Nggak ada apa-apa.” Dia bergerak mundur sambil menarik Bevi ikut serta. Sesekali dia menoleh ke belakang, melihat sofa yang belum juga terlihat. “Kamu nggak pura-pura takut, kan?” Bevi tidak mendengar pertanyaan Birzy. Di pikirannya sibuk mendengar suara tangis, kemudian pintu ditutup dengan kencang. Gadis itu memeluk Birzy semakin erat dengan napas memburu. “Tenang.” Perlahan Birzy mengurai pelukan. Sayangnya, Bevi kembali memeluknya dengan erat. Dia mengembuskan napas, lalu menarik Bevi duduk di sofa. Tangannya yang bebas merogoh saku, kemudian menyalakan senter. “Coba buka mata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN