“Kamu canggung?” Bevi mengangkat wajah. Dia mendapati Birzy tersenyum kecil, tapi senyuman itu seolah mengejeknya. Dia tidak terima terlihat lemah di hadapan Birzy. Gadis itu mengangkat wajah lalu mengangguk. “Oke. Gue siap.” Risyad mengernyit bingung. Dia mendapati Bevi yang kembali bersemangat, tidak seperti sebelumnya yang terkesan kebingungan. “Lo nggak apa-apa, kan?” Tangannya refleks menyentuh kening Bevi. Birzy yang melihat itu menahan tawa. “Dia aneh,” gumamnya lalu berjalan masuk lift. Dia berdiri di paling belakang, tapi tidak ada karyawan yang masuk. “Kalian berdua!” “Baik, Pak.” Risyad menarik Bevi ikut serta. “Huh....” Bevi mengembuskan napas lalu melirik Birzy yang berada di sampingnya. “Kapan saya bisa pindah ke divisi lain?” Dia sengaja mengajukan pertanyaan itu, agar

