Page 43 - Sebastian

1621 Kata

Sebastian masih belum menjawab, masih berdiri di tempatnya dan menatap ke arah orang asing yang baru saja datang. Gadis di hadapannya berdiri dengan begitu tenang, wajahnya ringan dan nada bicaranya tertata. Meski penampilannya berantakan, gadis ini tidak terlihat jika ia adalah salah satu dari anak-anak yang tidak punya rumah di jalanan. Sebastian melangkah perlahan mendekatinya, dan si gadis tidak menjauh apa lagi takut. Si gadis mendongak agar bisa menatap Sebastian dengan benar mengingat tinggi badan mereka yang lumayan berbeda jauh. "Kau terima tawaranku? Terdengar murahan memang, haha, tetapi itu yang paling kau butuhkan. Jika tidak diobati, punggungmu bisa infeksi, lalu akan jadi bahaya sekali. Aku pernah diberitahu Dokter ternama masalah bahayanya infeksi. Kau tidak tahu? Ah, kau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN