Sebastian masih mematung di tempatnya, pandangan mata masih belum lepas dari wanita yang berusia empat puluh dua tahun di hadapannya. Wanita yang ia layani sebagai majikan, wanita yang ia hormati, wanita yang ia banggakan, dan sesekali jika Sebastian cukup berani, Sebastian akan menganggapnya sebagai sosok ibu pengganti. Dan kini, sosok ibu pengganti itu tengah membicarakan wajahnya, tengah membicarakan tentang tubuhnya, tengah membicarakan bagaimana ia beranjak dewasa dan mampu melakukan hal-hal di luar norma berlaku. Sebastian tersentak dari lamunan ketika jari-jari si wanita menyentuh wajahnya pelan. Tatapan mata wanita bernama Margareth ini penuh dengan nafsu, tidak ada lagi tatapan tulus yang penuh kasih sayang, tidak ada lagi terlihat tatapan lembut yang sangat Sebastian hormati. Se

