Adnan langsung menghentikan pekerjaannya saat ia mendapatkan kabar dari Tania bahwa mertuanya sedang kritis dan akan di operasi. Dia langsung pergi ke rumah sakit. Bahkan kedua orang tuanya pun sudah berada di sana. Sesampainya Adnan di rumah sakit. Dia pun berlari, yang ada di pikirannya hanya Rena. Dia tidak tega melihat istrinya itu menangis. Sudah cukup penderitaan untuk Rena, dan Adnan ingin membuat hati istrinya bahagia bukan terluka. Dilihatnya Rena sedang menangis di pelukan Melati. Sedari tadi Rena tidak berhenti menangis meskipun Melati sudah mencoba menenangkannya beberapa kali. Adnan pun mencoba menghampiri Rena. Berusaha menenangkannya. Lalu Rena melepaskan pelukan Melati dan langsung memeluk Adnan. Pelukan Adnan-lah tempat kenyamaan dan kedamaian ha

