Reyga berjalan meninggalkan pintu masuk rumah sakit. Ia berjalan setengah terpaksa. Apakah ia benar-benar akan meninggalkan Melinda dan Surya? Ya, lebih baik ia segera pergi untuk mencari bantuan. Dia bisa kembali ke Polsek untuk memanggil Danang dan Rudy, namun baru saja ia mencapai gerbang rumah sakit, sebuah ledakan mengejutkannya. Reyga membalikkan badan, terperangah memandang asap kehitaman, mengepul tebal keluar dari dari jendela-jendela di lantai atas. Oh Tuhan, apa yang sudah terjadi? *** Reyga berlari memasuki halaman Polsek, segera saja ia mendorong pintu masuk. Ia terengah-engah karena habis berlari sepanjang jalan. Namun tidak ada siapa-siapa di dalam, yang seharusnya sedang menunggu. Ia memandang sekelilingnya. Kebingungan. Kemana mereka semua? Baru saja Reyga akan membuk

