Hari Kelima (2/5)

1919 Kata

Reyga merasa malas untuk membuka mata, walau ia tahu, ia sudah terbangun, dan tahu ini waktunya untuk membuka mata. Tapi ia malas sekali. Badannya pun terasa lemas entah kenapa, menambah alasannya untuk melanjutkan tidur. Seperti saat dia menghabiskan hari liburnya. Apalagi jika tidak ada acara atau pun les di hari ahad. Bahagia sekali rasanya untuk bisa terus berbaring di atas kasur. Tapi ia seperti disuruh untuk bangun. Kenapa sih? Dan dia teringat dengan Pasutri Gi*la yang ingin membongkar kepalanya. Wah, apakah dia sudah mati? Mungkin saat ini Malaikat Maut sedang menunggunya untuk membuka mata, menunggu untuk membawanya pergi meninggalkan tubuhnya yang mungkin kepalanya sudah dilubangi. Tapi jika ia sudah mati, kenapa ia masih merasa terbebani dengan tubuhnya? Seperti sebelah len

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN