The Main Characters:
1) ALAN MAULANA (17 tahun) :
Ialah Alan, seorang lelaki berbadan jakung yang telah mengabdikan diri menjadi penjaga gawang kesebelasan TIMNAS sejak usianya masih belia. Alan sebenarnya lahir dari keluarga yang serba ada. Sang ayah adalah direktur perusahaan tambang ternama, sang ibu adalah pengacara kondang, dan kakak laki-lakinya tak lain adalah perwakilan provinsi dalam olimpiade matematika. Namun, keadaan serba beruntung itu tak berlangsung lama.
Kala itu umurnya masih baru beranjak sepuluh tahun, namun tanpa sengaja ia menjadi saksi perselingkuhan ibunya. Alan yang waktu itu masih belum tau banyak, bertanya dengan polos tentang siapa lelaki yang berani memeluk sang ibu sembarang. Alhasil, rengekan itu terdengar hingga ketelinga Ayahnya. Pertengkaran hebat pun terjadi dibalik tirai perayaan kemenangan sang kakak. Hari itu, keluarganya sempurna hancur. Hari itu, ia disalahkan atas kehancurannya.
Berlambat laun, Alan mulai terbiasa hidup terombang-ambing diantara masalah keluarga. Ia mulai berani keluar dari rumah dan mengikuti sekolah bola untuk semata berkonsentrasi pada mimpinya. Saat itu, sekali lagi ia mencapai puncak keemasan. Namanya dielu-elukan sebagai kiper terbaik diajang liga dunia U-16. Mendapat gelar semembanggakan itu, Alan pulang dengan maksud merayakan kemenangan bersama sang kakak. Namun diperjalanan menuju tempat yang dijanjikan, ia mengalami kecelakaan. Sebuah kecelakaan parah yang membuatnya dipaksa duduk satu tahun kedepan dan membuat kakaknya terbaring koma.
Diantara jeda istirahat itu, pelatih Alan mengirimnya kesebuah sekolah negeri di Malang agar ia tetap belajar sesuai dengan usianya. Disekolah itulah ia bertemu dengan Kinan. Seorang gadis bermata sendu yang mampu meneduhkan hari-harinya yang begitu panas dan melelahkan. Bersama Kinan, ia menjadi Alan yang baru, Alan yang mau memaafkan masa lalu.
2) KINAN THA ALMATHEA (17 tahun) :
Ialah Kinan, seorang gadis berambut panjang yang wajahnya tak pernah luput senyum ceria seolah duka hanyalah omong kosong belaka. Meskipun ber-title ‘Si Nomor Satu’ disekolah dengan berbagai penghargaan dan pujian, Kinan terus dikenal sebagai pribadi yang hangat dan bersahabat. Namun siapa sangka, dibalik keanggunannya, ia menyimpan duka maha luar biasa.
Sepuluh tahun lalu, gadis itu menjadi saksi terbunuhnya sang ibu oleh laki-laki yang paling ia percayai –Ayah. Kejadian itu meninggalkan luka sayatan dalam dilehernya, sebuah luka yang hingga detik ini selalu coba ia tutupi dengan rambut hitam panjangnya.
Ditengah pelariannya dari masalalu, Kinan bertemu dengan seorang malaikat berwujud ibu pemilik panti asuhan ditengah kota. Ditemani sang malaikat, Kinan dihadang masalah baru. Gadis sekecil itu di diagnosa mengidap Post Traumatic Stress Disorder. Hari-harinya pun berubah, ia harus mondar-mandir menyambangi terapi kejiwaan dan membiarkan tubuhnya dihujami obat penenang.
Tuhan yang iba, akhirnya menorehkan setititk cahaya pada kehidupan Kinan. Gadis itu diperkenalkan dengan seorang sahabat yang mengenggam tangannya erat dan menariknya agar tak jatuh pada lubang yang lebih dalam –Johan. Tak usai disitu, saat usianya beranjak belia, ia kembali dipertemukan dengan seorang lelaki dingin yang membantunya ‘sembuh’ dari masalalu. Seorang lelaki yang membuat Kinan berani jujur mengaku ‘Ini aku, ini lukaku’. Seorang lelaki yang berhasil menguncir tinggi-tingi dan menjadikannya lebih cantik daripada dulu.
Bersama Alan, ia menjadi Kinan yang baru, Kinan yang berani menyelesaikan masa lalu.
3) JOHAN IMANDO PRATAMA (17 tahun) :
Ialah Johan, seorang lelaki menyebalkan yang menjelma menjadi sahabat terbaik Kinan. Mereka bertemu diusia yang masih sangat muda, dan akhirnya tumbuh bersama sebagai dua belia yang bahu membahu menghapus luka. Dibalik pribadinya yang humoris, Johan sebenarnya sibuk meyangsikan diri diantara tuntutan dan harapan orang tua yang sangat tinggi. Hidup pada belenggu ‘KELUARGA DOKTER’ membuatnya mau tak mau membanting setir meninggalkan segala cita-cita demi menjaga nama keluarga.
Namun meski begitu, tak jarang Johan memberontak dan berusaha mencari jati dirinya sendiri. Bersama Kinan yang tak pernah berhenti menepuk punggungnya, Johan perlahan merangkak menggapai ketempat yang telah lama ia cita-citakan. Iapun mulai berani membungkam satu persatu mulut yang selama ini mematahkan semangat juangnya. Bersama Kinan, ia menjadi Johan yang baru, Johan yang lebih kuat daripada dulu.
4) ABATANIA DELLA ARZA (17 tahun) :
Ialah Della, perempuan ambisius yang tak pernah memaafkan kegagalan. Ia dikenal sebagai gadis dingin yang kepalanya selalu tunduk pada buku-buku pelajaran. Ia menolak berinteraksi dengan sekitar, baginya itu hanyalah kesia-siaan dan ia tidak ingin repot-repot membuang waktu untuk itu.
Namun sebenarnya, dibalik sifat yang dianggap sebagian besar kawan menyebalkan itu, Della juga menyimpan begitu banyak luka. Ia lahir dikeluarga yang tanpa cacat. Ayah Ibunya adalah pengusaha sukses, kakak pertamanya menjadi kepala cabang diperusahaan besar Jepang, kakak keduanya seorang insinyur teknik yang mempunggawai berbagai proyek pemerintah dan kakak ketiganya berkuliah di Universitas bergengsi Ibu Kota. Pundak della berat menahan tuntutan-tuntutan ‘sukses’ yang selalu dibanding-bandingkan dengan pencapaiannya.
Disuatu lembaga bimbingan belajar, ia bertemu dengan Johan. Lelaki humoris yang tak sengaja selalu ada disaat ia sedang buruk-buruknya. Ia tak sengaja jatuh hati pada lelaki itu, namun bayangan Kinan terus mengusiknya. Gadis yang terima kalah itu akhirnya melakukan segala cara untuk menghancurkan ‘image’ Kinan. Namun hal itu tetap tidak membuat Johan berpaling kearahnya, malah membuat lelaki itu berdiri tegap dan berteriak dengan lantang atas nama Kinan. Lantas sejak saat itu, Bersama Johan, ia menjadi Della yang baru, Della yang berani memeluk kekalahan.
5) MANGGALEO ADJI UTOMO (18 tahun) :
Ialah Leo, lelaki keras yang tak pernah merajut senyum barang sejumput diwajahnya. Leo dikenal sebagai ‘Preman Sekolah’ karena keonarannya. Tak khayal, lelaki pendiam itu hanya mau berbicara lewat kepalan tinjunya. Ia pun tak pernah betah duduk diam didalam kelas, kepalanya selalu berputar mencari alasan untuk pergi ke markas tempatnya menyeduh kopi dan menghisap sebatang dua batang rokok.
Namun dibalik sikapnya yang sebaja itu, Leo sebenarnya adalah pribadi rapuh. Ia berasal dari keluarga yang dicap ‘keluarga gagal’ oleh masyarakat sekitar. Saat Leo masih berusia empat belas tahun, sang ibu pergi dari rumah bersama kakak pertamanya tanpa alasan. Iya, tanpa alasan hingga kabar burung hinggap ditelinga adik bungsunya bahwa ibu tercinta mereka menjadi seorang p*****r kondang di ibukota. Adik bungsunya yang tak tahan dikata-katai sebagai ‘anak p*****r’ itupun mengakhiri hidupnya didapur rumah mereka. Semenjak itulah hidup Leo berubah. Sang ayah menjadi pemabuk berat yang sering kali meluapkan amarah padanya. Sedang ia, menjadi remaja tanggung yang berjalan setiap malam untuk menghibur lara dihatinya.
Lantas, sejak ia masuk SMA dan bertemu guru setengah malaikat, Pak Nur Rochmad, Ia berubah menjadi Leo yang baru, Leo yang berani mengubah langkah dan meluruskan jalannya.