Langkah Agnes terhenti saat dia melihat seseorang berdiri di koridor kamar mandi saat dia akan kembali ke ruang acara. Seorang pria dengan pakaian rapi, berdiri sambil menyadarkan punggungnya di dinding dan melipat kedua tangannya di d**a. “Pak Doni,” ucap Agnes pelan. Agnes tidak menyangka kalau dia akan bertemu dengan Doni di tempat ini. Pria itu memang sempat mengajaknya pergi hari ini, tapi hanya ke ulang tahun keponakannya. Sayangnya saat itu Agnes menolaknya dengan alasan yang dia buat-buat. Tapi dengan pertemuannya ini, Agnes merasa seperti dirinya sedang tertangkap telah berbohong. Mau tidak mau, Agnes berjalan mendekati Doni. Langkahnya terhenti, saat dia ada di dekat pria itu. Seperti biasanya, Doni melempar senyum pada Agnes. Namun kali ini senyumnya terasa sangat berbeda

