Bab 24. Tak Kasat Mata

1139 Kata

“Pak Thomas, silakan bergabung dengan keluarga di depan untuk bersulang, Pak,” pinta pembawa acara. Thomas menoleh ke Agnes. “Tetap di sini dan jangan pergi ke mana-mana,” bisik Thomas pelan sebelum dia meninggalkan meja utama. “Tapi Pak, say—“ Terlambat. Belum selesai Agnes bicara, Thomas sudah berdiri dan segera melangkah meninggalkan Agnes. Dia segera bergabung dengan kedua orang tuanya sambil membawa gelas wine-nya. Agnes semakin gugup. Tanpa Thomas di sampingnya, sepertinya semuanya terasa lebih menakutkan. Demi menjaga kewarasannya, Agnes memilih diam dan tak melihat ke mana pun. Di meja samping yang ditempati oleh keluarga Thomas, ada sepasang mata yang tengah menatap Agnes. Pria itu menggerakkan tangannya, memanggil asistennya. “Siapa dia?” tanya Aldo yang sejak tadi penasar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN