“Dari ketemu Pak Thomas?” lanjut Doni. “Iya, Pak,” jawab Agnes pelan. “Sepagi ini? Ada perlu apa?” tanya Doni penuh selidik. Agnes sedikit gugup mendengar pertanyaan Doni. Sangat terdengar sekali kalau pria itu tidak suka dengan kenyataan Agnes sekarang yang terlihat dekat dengan Thomas. “Anu ... tadi abis minta persetujuan proposal. Bentar lagi mau jalan,” jawab Agnes mencari alasan. “Cih! Pinter boong ternyata dia. Gak sangka, cantik-cantik ternyata dia pemain juga,” gumam Dea yang mengawasi Agnes sejak tadi. Doni melihat ke tangan Agnes. “Berkasnya mana?” “Dibawa Pak Thomas. Beliau masih sibuk.” Doni diam. Dia seperti ingin tidak percaya dengan ucapan Agnes. Tapi dia juga tidak bisa memungkiri kalau Agnes memang sedang mengerjakan proyek milik Thomas. Pintu lift terbuka. Agnes

