Agnes menatap Thomas. Dia kemudian menatap tangan Thomas yang sedang menggenggam lembut tangannya. Entah mengapa, Agnes tidak ada keinginan untuk mengibaskan tangan Thomas. Tangan hangat itu seperti memberinya kekuatan yang lain dan membuatnya sedikit tenang. Agnes memulai presentasinya. Dia mencoba menjelaskan dengan detail, agar calon kliennya paham dengan proyek yang dia tawarkan. Thomas tersenyum senang, melihat Agnes melakukannya dengan baik. Dia merasa puas, karena Agnes tidak mempermalukannya. “Ini adalah proyek yang saya tawarkan, Pak. Kalo ada yang mau diperbaiki ato mau ditanya boleh,” ucap Agnes mengakhiri presentasinya. Klien itu kini sedang berdiskusi dengan asistennya. Sambil menunggu, Agnes mengambil botol minumnya, sedikit membasahi tenggorokannya yang kering karena te

