Doni dan Agnes kompak menoleh ke belakang. “Pak Thomas,” ucap dua orang itu hampir bersamaan. Wajah Thomas mengetat melihat Agnes pergi bersama Doni. Pemandangan menyebalkan, yang tidak ingin dia lihat. Thomas melihat ke arah Agnes. “Kalo ada yang ngomongin kamu, lapor sama saya.” Thomas mengalihkan pandangannya ke Doni. “Cuma saya yang bisa membuat mereka bungkam!” tegas Thomas yang mengisyaratkan kalau hanya dia yang bisa melindungi Agnes. “Betul itu, Pak. Saya sih percaya pada Agnes. Meski banyak selentingan miring yang beredar,” jawab Doni santai, seolah tidak ada masalah. “Biar Beni yang urus semua. Lagi pula itu urusan saya dengan Agnes.” Thomas menoleh lagi ke Agnes. “Agnes, ikut saya!” “Hah? Mau ke mana, Pak?” Tatapan Thomas kian tajam. “Apa masih perlu nanya kalo saya yang

