“Thomas,” sapa seorang wanita yang tiba-tiba datang dan membuat Agnes langsung menoleh. Thomas menatap wanita yang datang ke mejanya itu sesaat, lalu dia kembali menatap iPad-nya. Tapi kali ini yang dia lihat bukan lagi gaun yang sempat dia perlihatkan ke Agnes, tapi sudah berganti ke berkas pekerjaan. Melihat Thomas bersikap dingin pada tamu yang tidak dia kenal, Agnes pun memilih cuek dan diam. Dia menunduk dan berpura-pura sibuk dengan ponsel. “Siapa sih ini. Keliatan galak banget orangnya,” gerutu Agnes dalam hati. Merasa diabaikan, wanita cantik nan elegan bernama Marisa itu meremas tas yang dia pegang erat-erat. Pria yang akan dijodohkan dengannya itu masih saja tidak mau menatapnya meski hanya sebentar. Apa lagi saat ini Thomas malah dengan berani membawa seorang wanita yang be

