Pacar Suami Ikut Honeymoon

1122 Kata
Hari ini hari keberangkatan mereka menuju pulau impian. Mereka berdua diantar keluarga minus Dean yang memang cukup sibuk di kantor. Tentang Dara, nanti mereka bertemu dibandara dan kedua orang tua sudah mengetahui ide gila sang anak namun apa boleh buat, keras kepalanya putri satu satunya tak bisa dibantah. Tak lama kemudian seorang wanita cantik dengan baju yang cukup modis datang mendekat membuat semua orang menoleh. "Pagi pak, bu, mbak Xia, mas Marvel." Dara menyapa dengan membungkuk hormat. "Pagi juga Dara, tampaknya kamu sudah tidak sabar untuk berlibur." Kata Teresa entah itu sindiran atau memang benar benar tulus berbasa basi saja dengan Dara. Dara hanya tersenyum canggung, untung saja tak lama kemudian suara pemberitahuan tentang keberangkatan menuju Maldave telah diumumkan membuat Dara menghela nafas lega karena merasa dipojokkan dengan situasi yang sangat tidak mengenakkan. Ketiganyapun berpamitan dengan kedu orang tua itu dan segera masuk menuju pesawat. Marvel duduk disamping Xia sedangkan Dara duduk dibangku depan yang jaraknya cukup jauh dengan meraka dan duduk dengan penumpang lain. Namun jarak yang memisahkan mereka tak membuat mereka jauh karna diam diam Xia melihat layar ponsel Marvel yang menampakkan room chat dengan Dara membuat wanita itu menghela nafas muak. Dengan senyum liciknya Xia memejamkan matanya namun tak lama kemudian dia melemaskan tubuhnya dan menyender pada bahu Marvel, Marvel yang terkejutpun merasa tak nyaman dia berusaha membenarkan posisi Xia kembali. Namun lagi lagi Xia dengan sengaja memiringkan kepalanya dan berakhir bersandar dibahu Marvel membuat pria itu geram bukan main dan berakhir membiarkan kepala Xia menyender dibahunya. Marvel berusaha menyamankan diri dan kembali berbagi pesan dengan sang kekasih. Namun Xia tak kehilangan akal, dia beringsut memeluk lengan Marvel seolah menyamankan diri karna terusik dari tidurnya membuat marvel kesusahan untuk berbalas pesan dengan Dara. Kehilangan kesabaran baru saja akan menyentak tangan Xia pandangannya malah tertuju sepasang paruh baya yang menatapnya sambil tersenyum seolah berkata mereka sangat cocok. Marvel beralih menatap Xia dia rasa Xia hanya pura pura tidur saja dan membuat drama memuakkan, berulang kali Marvel menghela nafasnya kesal. Namun dia tak ingin orang orang melihat tindakan kasarnya ditempat umum apalagi dilihat banyak orang. Karna tidak leluasa berbalas pesan pada Dara akhirnya dengan susah Marvel mengatakan jika dia mengantuk dan ingin tidur dulu, dan untung saja kekasihnya yang pengertian memahami dan mengijinkannya tidur. Diam diam Xia mengulas senyum tipis ketika rencananya berhasil, hingga tanpa diduga dia yang baru sadar dengan posisinya yang begitu dekat dengan marvel merasakan degup jantungnya yang kian berdebar cepat. Xia berusaha memejamkan matanya dan berusaha benar benar tidur terlebih dia merasakan kenyamanan dengan menghirup aroma tubuh marvel yang terasa menenangkan hingga tak sadar beberapa menit kemudian dia terlelap. ------- Entah berapa lama dia tidur, namun ketika dia merasakan goncangan dibahunya membuatnya terjengkit kaget sembari mengerjabkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam retinanya. "Ayo turun." Suara dingin Marvel menyadarkanya. Disela mengumpulkan nyawa, Xia segera mengekor Marvel di belakang dan keluar. Setelahnya merekapun menyewa taksi untuk mengantarkanya menuju pulau dimana tempat mereka berlibur. Setelah turun mereka berjalan menuju risort yang telah orangtua Xia pesan, resort yang sangat mewah diantara risort yang lain tak lupa juga Xia memesankan satu kamar untuk Dara yang ada di samping mereka. Dengan berat hati dara melepaskan Marvel dan Xia berada disatu kamar meskipun dalam hati terus merapal agar kepercayaan yang diberikan pada Marvel tidak dihianati. Xia melihat keduanya berpandangan dengan wajah muak, mereka begitu lebay karna hanya berpisah jarak hanya beberapa meter saja, dan mereka seolah berpisah negara dan tidak akan bertemu lagi. Sialan Xia benar benar cemburu, bahkan penampilan dara sangat jauh dibawahnya tapi kenapa Marvel hanya memuja wanita itu. Setelah meletakkan barang barangnya Xia segera mandi dan menikmati indahnya sunset didepan matanya, seolah menyihir. Dia bersantai di kursi yang langsung menghadap terbenamnya matahari, dengan ditemani minuman keras didepannya dia menikmati hari menjelang malam itu seorang diri. Sepertinya tadi Marvel tidak tidur dipesawat, dan kini Pria itu tidur seolah benar benar kelelahan juga dara yang tak terlihat keluar kamar. Tiba tiba saja dia mengingat awal pertemuanya dengan Marvel kantor, saat itu dia baru beberapa hari peresmiannya membuka butik mewah busana busana yang dirancangnya sendiri, dia beberapa kali memenangkan ajang fashion diberbagai negara hanya kurun waktu satu tahun saja. Pagi itu dia bosan dirumah dan diapun sudah memeriksa keadaan butik miliknya yang stabil. Dia yang memakai kacamata hitam dengan pakaian mahal yang begitu memukau membuat banyak pasang mata yang menatapnya takjub dan bertanya tanya siapakah gerangan wanita cantik itu. Hingga ketika sampai dilift dia hanya berdua dengan laki laki yang bahkan tak meliriknya sedikitpun membuat egonya terasa diinjak injak. Hingga kemudian entah ini hari sial Xia atau apa, kantor yang biasanya tak pernah mengalami kerusakan lift tiba tiba berhenti dan lampu pecah tiba tiba dan mengenai kaki mulus xia yang memang terekspos. "Ish sialan." Desisnya sembari langsung menunduk dan sedikit merintih. "Anda kenapa nona?" Tanya seorang laki laki yang ada disatu ruang dengannya dengan tiba tiba. Karna merasa tak penting, Xia enggan menjawab dan berusaha mencabut pecahan beling dikakinya dengan susah payah, karna panik Xia bahkan lupa untuk mengambil ponsel untuk penerangan agar mudah mengambil kaca. Hingga tak lama kemudian sebuah cahaya senter ponsel menerangi nya membuatnya menoleh dan melihat wajah tampan pria itu dari dekat. "Biar saya bantu." Orang itu ikut berjongkok dan meluruskan kaki Xia yang terkena pecahan beling agar mudah mencabutnya. "Aw!” Xia menjerit setelah pria itu berhasil mencabut pecahan kaca dari kakinya, tak sampai disitu pria yang tak diketahui namanya itu mengambil sebuah sapu tangan dari sakunya dan langsung membalutkannya pada luka xia yang terus mengucurkan darah. "Sabar, mungkin sebentar lagi, anda bisa menahanya kan?" tanya pria itu dengan lembut. Xia berdehem mengambil kesadaranya karna terlalu larut dengan wajah dan perlakuan pria itu yang seolah menyihirnya. "Hm. " Xia berdehem singkat, hingga tak lama kemudian ponselnya berdering dengan susah payah Xia mengambilnya dan nama Dean lah yang terpampang disana. Baru saja akan menyemprot Dean dengan kata kata makian, suara panik dean membuatnya urung. "Xia kamu masih ada di lift? Gak papa kan? Diem aja disana jangan panik, tunggu dua menit lagi. " Xia menghela nafas "cepetan, gue pengap disini, menyebalkan sialan." "Oke oke, aku minta maaf, sebelumnya juga gak pernah begini Xia. " "Sudah, cepet perbaiki segera atau gue akan hancurin gedung ini. " Tanpa menunggu sahutan dari Dean, Xia memutuskan panggilan. Hingga tak lama kemudian gantian ponsel seseorang yang ada didekatnya yang berbunyi dan tak lama kemudian pria itu segera mengangkatnya. "Iya tuan." “Kamu dimana?” "Saya terjebak di lift yang rusak tuan." “Hah? Terjebak lift? Dengan wanita?” --> kenapa ujug ujug nanyain ini dengan wanita? Apa konteksnya? "Hm iya, kakinya terluka terkena pecahan beling dari bohlam yang tiba tiba pecah tuan. " “Apa? Setelah kembali menyala antarkan wanita itu ke ruangan saya kalau begitu.” "Baik tuan." “Terima kasih, Marvel." ----
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN