“What the hell is that, TIf?” Regan menatapnya marah di ambang pintu apartemen Tif. Membiarkan pintu itu terbuka di belakang tubuhnya. Tif tahu bahwa lelaki itu tidak punya hak untuk marah dan lagipula ia memang tidak tahu mengapa Regan terlihat sangat marah namun ia terlalu takut walaupun untuk sekedar bertanya. “He just came off to take his tie.” Jawab Tif takut-takut. “Are you fuckin kiddin’ me?!” Pria itu berteriak sambil membanting pintu dan berjalan mendekat ke arahnya. “Apa yang dia lakukan dengan dasi itu di tempatmu?” “Regan, aku ngga tahu kenapa kamu marah hanya karena dasi itu tapi..” “Of course I mad at you, you f****d with him!” Pria itu berteriak hingga Tif bisa melihat urat-urat di lehernya tertarik. “Apa?” Tif melongo untuk beberapa detik setelah mendengar pernyataan

