Bagi Ara liburan kuliah kali ini, begitu berbeda. Ada kekosongan dalam hatinya. Sebuah tempat yang telah dia siapkan. Kini tak lagi bertuan. Kekecewaan begitu nampak pada wajahnya. Sepanjang hari, dia hanya akan ada di kamar atau di teras rumah. Menghabiskan waktu dengan derselancar di dunia maya. Atau hanya sekedar ngemil dan minum teh. Dia menuliskan sebuah catatan di ponselnya. 'Aku tidak pernah meminta kamu hadir. Kamu yang tiba-tib datang begitu saja dalam hidupku. Menelisik setiap titik dalam hidupku. Memperlakukanku dengan begitu lembut. Hingga luka yang ada semakin mengering dan sembuh. Kamu menyembuhkan luka. Tapi, kamu membuat luka yang lebih besar dari sebelumnya. Kamu yang merawatnya, kamu juga yang merusaknya. Kamu adalah harapan terbesarku. Dan membuatku tersadar. Menar

