Setelan selesai makan, mereka saling berbincang. Beberapa dari mereka membahas hasil ujian. Ada juga yang curhat, kalau dirinya pasti akan mengulang mata kuliah. Karena sangat yakin dia tidak lulus. “Ngomong-ngomong, nilai kita berapa ya?” ucap Fira tiba-tiba. “Nilai apa?” tanya Nesa. “Tuh, nilai dari Pak Ganjo,” bisik Fira pada Nesa. “Tanya noh sama orangnya!” Nesa sengaja mengeraskan suaranya, agar Adam mendengarnya. “Ssssttt, dasar nenek lampir. Malah ngegas saja kalau ngomong,” Fira mengangkat tangannya, seperti akan menjitam kepala Nesa. Taoi tidak berani. “Kenapa? Mau tahu nilai kalian?” ucap Adam pada mereka. “Enggak,” jawab Ara cuem. “Kenapa?” tanya Adam. “Halah, palingan pas-pasan. Kalau enggak ya ngulang lagi dari awal, iya kan?” ucap Ara sambil melirik sinis pa

