Hari-hari berlalu tanpa jejak. Tak ada kabar. Tak ada pesan singkat. Tak ada nama Damian yang muncul di layar ponsel Elena bahkan secara tak sengaja. Lima bulan. Cukup lama untuk membiasakan diri, cukup singkat untuk membuat luka belum sepenuhnya mati rasa. Elena kini bekerja di sebuah perusahaan yang cukup stabil. Rekan kerja ramah, ritme pekerjaan padat, gaji datang tepat waktu. Ia bisa pulang sesuka hati, makan kapan pun ia mau, tertawa tanpa rasa waswas. Ia bebas. Benar-benar bebas. Dan ia menyukainya. Namun malam selalu datang membawa rasa yang sama. Elena berdiri di balkon apartemennya, kedua tangannya bertumpu pada pagar besi yang dingin. Langit malam membentang kelam, hanya dihiasi beberapa bintang yang tampak jauh dan dingin seperti sesuatu yang dulu pernah dekat, lalu

