Bab 34 : Misi Dimulai

1171 Kata

Aku akan mati! Yep, aku beneran akan mati. Rongga dadaku kembang kempis memompa udara untuk melewati kerongkongan dalam bentuk jerit ketakutan. Namun telingaku bahkan nyaris tak bisa mendengar suara sendiri. Derau suara angin kencang menerpa, bising mengantam telinga. Tubuhku kemudian terentak tatkala pasarasut di punggung mengembang sempurna. Aku tak jadi mati. Tapi tetap saja, laju diriku menuju tanah tidak semulus seperti kain kapas menyentuh lantai. Kakiku tetap menghantam daratan cukup cepat hingga membuatku berteriak kesakitan. Untung saja semak belukar ini berfungsi selayaknya kasur empuk. Kalau tidak, sendi lututku mungkin akan tertekuk ke arah yang berlawanan. “Ren? Kau di mana?” ucapku setengah berteriak. Posisi pendaratan kami ternyata tidak saling berdekatan. Aku semp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN