"Kamu berani?" tanya Damian. Suaranya naik beberapa oktaf. "Kamu pikir, kamu siapa berani mengancam saya, hah?" Andrea berusaha keras menggerakkan lehernya agar terlepas dari cengkeraman tangan Damian. Kedua tangannya memukul sekuat tenaga lengan itu yang seperti penjepit dari baja menjepit lehernya. Terlalu kuat baginya yang nyaris tak lagi bertenaga, membuat dadanya sesak dan panas seakan terbakar karena kekurangan oksigen. "Jangan melawan saya, Andrea, atau kamu akan tau akibatnya!" Damian melepaskan leher Andrea dengan kasar. Lalu, melangkah lebar menuju kamar mandi tanpa sehelai benang pun di tubuhnya. Membanting pintunya dengan kuat melampiaskan kekesalannya. Entah kenapa Andrea selalu melawannya, tidak pernah mau menurut seperti Sherina. Terbuat dari apa hati Andrea sampai bi

