14. Maafkan aku steve

1182 Kata
"aku memang gila Anita, gila karena terlalu mengerti kamu. aku gila karena mencintaimu dan aku gila mengapa tidak bisa pergi darimu. kamu puas!" Steve keluar dari mobil dan membanting pintu keras-keras lalu berjalan meninggalkan Anita. Anita menutup telinganya. Dia tidak habis pikir mengapa Steve seperti ini. Walau merasa bersalah tapi dia tidak bisa melakukan apapun. Perasaan cinta tidak bisa dipaksakan. Anita menyayangi Steve seperti seorang kakak, dulu dia sudah mencoba untuk membalas cinta Steve tapi sampai sekarang perasaan itu tetap tidak muncul. Sedangkan Yoshi tidak tau mengapa perasaannya tidak bisa menolak. Anita menyusul Steve yang berdiri ditrotoar dibawah pohon kuning yang tidak terlalu rindang. Steve mensedekapkan tangannya. tidak memperhatikan Anita sama sekali. "Steve sungguh maafkan aku, aku tidak bisa memaksa hatiku untuk menyukaimu." Anita berdiri disamping Steve yang terus memandang kejauhan. " Aku bahkan tidak tahu sejak kapan aku mulai suka dengan kak Yoshi. maafkan aku terlalu egois memikirkan diriku sendiri. Aku juga tidak ingin melukaimu dengan pura-pura menerimamu" Anita sungguh sedih karena tidak bisa memaksakan hatinya untuk menyukai Steve. Lalu dia bergegas pergi dari samping Steve. Tidak ada respon dari Steve dia masih diam ditempatnya. *** Yoshi baru selesai membantu diruang praktek profesor Abdi ahli bedah syaraf. Ya selain jadi dokter Koas profesor Abdi mempercayai Yoshi untuk membantunya di klinik syaraf Rumah Sakit itu dan tentunya mendapatkan gaji dari itu. Setiap Selasa dan Kamis Yoshi berada di klinik itu hingga pukul 6. Yoshi memang berencana mengambil ahli bedah setelah nanti mendapat sertifikat dokter. "Bagus Yos kerjamu hari ini. aku semakin percaya padamu. aku perhatikan anamnesamu sekarang semakin teliti saja" puji Professor abdi sambil menggantung jas dokternya. "saya belajar dari profesor" jawab Yoshi sambil terus membaca Rekam Medik pasien hari ini. "Aku sudah tua, kalaupun pensiun juga harus pilih orang terbaik untuk meneruskan bukan" mereka berdua tertawa. profesor Abdi memang sudah berumur 63 tahun tapi dia masih segar bugar dan jarang sakit. Yoshi sudah seperti anak sendiri bagi profesor Abdi. Sayang dia tidak punya anak perempuan yang bisa dia jodohkan dengan Yoshi. Mereka sangat akrab dan sering bercanda. Padahal sebelumnya tak ada yang berani bersendau gurau dengan profesor itu. Bagi orang lain profesor Abdi itu menyeramkan, tidak mau senyum dan galak suka marah-marah. Mereka berdua keluar dari Rumah Sakit sudah malam. Setelah menyelesaikan urusan pasien dan berdiskusi mereka berdua baru akan keluar untuk pulang. setelah masuk mobil Yoshi teringat Anita lalu mengambil ponsel dari saku celana. yoshi [Bagaiman hari ini?] pesan itu terkirim, setelah menunggu beberapa saat belum ada jawaban Yoshi akhirnya menghidupkan mobilnya dan pulang kekontrakan dia. Yoshi masih teringat pada Anita yang berlarian dengan cowok tadi siang, sepertinya mereka akrab sekali dan tampak bahagia. Siapa cowok itu? Anita bilang untuk mempercayainya jadi Yoshi berusaha tidak berpikir yang tidak-tidak. Dia hanya membayangkan seandainya dia dan Anita bisa sebahagia itu. Apa yang harus dia lakukan dia tidak tahu sedangkan rasa ini tidak bisa ditolak untuk selalu berdekatan dengan Anita. Yoshi menghela nafasnya, inilah yang dia takutkan saat memutuskan untuk jatuh cinta.Konsentrasi belajarnya akan terbagi. Pesona Anita tidak bisa dia tolak sejak tiga tahun lalu. Walau belum mengenalnya tapi dulu saat dia tak sengaja melihat Anita hatinya akan bahagia. Yoshi memutuskan untuk menelepon Anita setelah sampai di kontrakan. Tapi melihat jam didinding sekarang menunjuk pukul 10 malam dia mengurungkannya. Anita mungkin sudah tidur, pikirnya. Sedangkan Anita diasrama masih bercerita bersama Steve dan Mirna. Anita menceritakan semuanya pada mereka berdua . Mirna sangat terkejut mendengar cerita Anita tentang Yoshi. Sedang Steve hanya menahan amarahnya dan mencoba tetap tenang saat bicara dengan Anita. "Nit..ayo bilang sejak kapan kau juga mulai tertarik pada kakak dokter itu?" tanya Mirna penuh selidik." Tak mungkin bukan kau menerimanya begitu saja?" tambahnya lagi. "Sebenarnya sejak dua tahun lalu aku mengikuti kabar tentang dia Mir, cuma ya sekedar itu saja tidak berharap lebih. Lagipula banyak wanita cantik disekitarnya" jawab Anita jujur. "tuh kan..." tebakan Mirna benar kan. "jadi sekarang statusmu adalah calon istri ya?" Mirna ini sebenarnya bertanya apa menegaskan, kalimat itu tidak cocok. "Dia belum jadi calon istrinya Mir...Ayahnya saja tidak tahu" Steve akhirnya bersuara setelah diam saja sejak tadi. "Ya...ayah memang belum tahu Steve jadi aku mohon jangan bilang dulu sama ayah." Mendengar ini kenapa yang jadi sakit hati justru Mirna. Mirna merasa sakit hati jika Anita tidak menerima cinta Steve, tapi apa yang bisa dia lakukan? Kenyataannya Anita memang tidak bisa menyukai Steve. "Anita mengapa aku sakit hati begini? Steve kau...?" Mirna tidak melanjutkan kata-katanya. "Aku tidak apa-apa" ketus Steve. Mana mungkin tidak apa-apa, wajahnya saja sudah seperti kertas buruk yang masuk selokan dia masih bilang tidak apa-apa. Hah dasar Steve sok kuat. Akhirnya mereka bertiga tertidur dibalkon kamar Mirna, setelah Anita bercerita tak ada satupun yang punya kekuatan untuk pindah kekamar masing-masing. Berkelana dengan pikiran dan kesedihan masing-masing. Ternyata kebahagiaan selalu bersanding dengan kesedihan. Walau Anita bahagia dengan kehadiran Yoshi dia juga merasa sedih karena mungkin akan kehilangan sosok Steve yang sudah seperti kakak sendiri. Steve bersedih setelah mengetahui Anita lebih memilih Yoshi. Menurut Arlan, Yoshi orang yang sangat baik dan belum pernah punya pacar. Dia sebenarnya juga bahagia Anita mendapat laki-laki yang baik. Steve tersenyum puas dengan perasaannya saat ini. ada kelegaan sekaligus kemarahan. Tapi dia bukanlah laki-laki pengecut yang akan larut dengan kesedihan. Mirna merasa kasihan dengan Steve, tapi apa yang bisa dia lakukan. Kasihan tidak akan menyelesaikan masalah Steve. Dia mungkin akan mendukung Steve untuk segera move on dan beralih pada gadis lain. Gadis lain? Mengapa Mirna juga tidak rela jika Steve melirik gadis lain? apa-apaan ini? tidak mungkin dia suka Steve kan? Mirna sudah punya pacar juga. Aa Rizki dari fakultas teknik. Ah...mengapa kisah cinta selalu rumit begini? *** Asyifa hampir gila karena telepon maupun vicallnya tidak dijawab oleh Anita, Mirna pun sama. "Dasar...katanya sahabat tapi..." Asyifa mengacak rambutnya sendiri. Melompat tidak karuan sesuka hatinya. Baru juga 4 hari sudah mengabaikannya, bagaimana nanti 3 bulan? "Ha...ha...huaa...woy...!" Tanpa sadar Anita berteriak sendiri didalam kamarnya. Teriakannya hingga terdengar Mamanya. "Hemm...anak ini." Mamanya segera menuju kamar Asyifa yang pintunya tertutup lalu melempar spatula yang dipegangnya kepintu hingga menimbulkan bunyi yang keras. "toeeng....tung...tiiing" mamanya melotot kearah pintu sambil berkacak pinggang. Mendengar ada bunyi lain dipintu Asyifa segera menutup mulutnya dan mengintip dari lubang pintu. Dari lubang pintu tampak mamanya sedang berkacak pinggang sambil melotot. "kanapa berhenti hah?...coba teruskan lagi!" Terpaksa Anita membuka pintu tidak mau mamanya lebih marah. Dengan hati-hati dan sedikit membungkuk dia mengambil spatula itu dan menaruhnya ditengah Mamanya. "Kelepasan ma! Anita...bikin aku khawatir" ucap Asyifa sambil menunjukkan ponselnya. "Anita?..Anita kenapa?" tanya mamanya seketika langsung merubah mimik wajahnya yang tampak antusias dengan Anita. "Ye..giliran nyebut Anita aja mama jadi manis gitu? kalau sama aku aja galaknya minta ampun" sindir Asyifa pada mamanya. "Anita itu anaknya manis dan sopan gak kayak kamu pecicilan dan semau kamu" balas mamanya. "yang anak mama siapa sih? aku apa Anita ? heh!" Asyifa geram dan balik kekamar lalu menutupnya. "he..he...tunggu Anita kenapa?" tanya mamanya sambil memukul pintu kamar. Asyifa yang didalam kamar hanya bisa memutar matanya sebal lalu berteriak. "Tidak mau jawab telepon....!!"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN