Ini memang baru jam setengah empat tapi Yoshi memilih menuju parkiran kanan RS. Dia bersandar pada mobil menunggu Anita sambil memainkan ponselnya.
Beberapa kali dia menghembuskan nafas kasar mengusir rasa gugupnya. Laki-laki harus tenang harus siap apapun itu. Dia meyakinkan dirinya sendiri.
Jam empat kurang lima belas menit. Ternyata menunggu itu terasa sangat lama. Rasa sudah tidak sabar ingin bertemu Anita. Yoshi berjalan kesamping lalu kembali lagi untuk mengusir bosan.
Dari pintu keluar tampak sosok yang berjalan mendekat kearahnya. Seketika hatinya berbunga dan mulutnya tanpa bisa dikontrol sudah tersenyum lebar.
Terlalu besar efek jatuh cinta yang dirasakan Yoshi yang berusaha untuk tetap tenang. Sedangkan Anita hanya tersenyum tipis lalu menghampiri Yoshi.
"Hai" Yoshi menyapa Anita dan membukakan pintu mobil untuknya. "Masuk saja dulu" ucap Yoshi saat melihat Anita agak ragu saat akan masuk kedalam mobil.
Yoshi berjalan memutar dan segera masuk juga. Menghidupkan mobil lalu beranjak dari parkiran.
"Kamu sudah makan belum?" tanyanya sebelum keluar dari halaman RS.
"Belum" Jawab Anita tanpa melihat Yoshi yang ada disampingnya.
"Kamu mau makan apa?"
"Apasaja boleh kak"
"Hm...ayam kremes mau?"
"Boleh" Anita masih tetap melihat kedepan tanpa menoleh ke arah Yoshi. Memang seperti itu Anita, irit banget kalo ngomong.
Mereka melalui perjalanan itu dengan suasana yang sunyi, tak ada percakapan. Yoshi agak canggung sebenarnya tapi dia tersenyum saat menyadari jika sikap Anita sangat waspada. Dia tidak keberatan, justru itu lebih baik. Mungkin dengan cowok lain pun dia akan begitu jadi Yoshi merasa lega.
Sampai di Restoran ayam kremes yang sangat terkenal di Semarang Yoshi ingin membukakan pintu untuk Anita eh..tapi Anita justru sudah keluar sendiri. Gagal deh pengen memperlakukan cewek ini dengan spesial.
Yoshi memilih tempat duduk yang ada sekatnya sehingga tidak terganggu dengan keberadaan pengunjung lain.
Anita mengikuti dibelakang Yoshi ke tempat yang dituju Yoshi. Duduk berhadapan.
Awalnya Anita salah tingkah saat harus berhadapan dengan Yoshi diruangan kecil seperti ini. Apalagi dengan Yoshi yang tersenyum sambil memandanginya.
Anita menyelipkan rambutnya ke belakang telinga. Rambut panjangnya bahkan masih tergulung saat harus pake cup perawat saat praktikum.
"Ada yang aneh ya kak?" tanya Anita saat Yoshi terus memandang kearahnya. Yoshi kaget dan agak gelagapan saat Anita bertanya seperti itu. Yoshi tersenyum sebelum menjawab.
"Tidak, kamu cantik"
"Hah!" tidak menyangka Yoshi mengatakan itu. Jika orang lain yang mengatakan biasanya Anita akan marah dan langsung pergi tapi ini tidak begitu. Justru pipinya terasa panas.
"Anita soal proposal itu aku sungguh serius. Aku ingin kau jadi istriku nanti, 2 atau 3 tahun lagi." Yoshi bicara dengan pelan dan hati-hati agar tidak ada salah paham. "Jadi bagaimana pendapatmu?" masih dengan nada yang pelan. Yoshi tau jika Anita memiliki sifat berbeda dengan perempuan lain. Sudah terlihat dari cara dia memandang dan bicara.
"Kenapa kak Yoshi pilih saya? Bukannya kita belum kenal?" Anita bertanya dengan sangat tenang karena pertanyaan ini sudah ingin dia tanyakan sejak lama.
Yoshi yang sudah menduga Anita akan menanyakan hal ini tersenyum sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Anita.
"Kita memang belum kenal tapi hatiku memang mantap memilihmu jadi istriku nanti" Yoshi mengamati reaksi Anita. Tapi Anita tampak tenang membalas pandangan matanya. "Apa kau punya pacar?"
"Tidak"
"Kau sedang dekat dengan pria lain?"
"Tidak"
"Baguslah kalau begitu."
"Maksud kak Yoshi?" Anita bertanya dengan sangat menuntut.
"Ya bagus, berarti kita bisa ke proses selanjutnya untuk saling mengenal" ucap Yoshi sambil terus tersenyum.
"Apa alasan kak Yoshi memilihku?"
" apa itu penting?"
"tentu saja karena ini pertama kalinya saya hanya berdua saja sama cowok"
"Oh ya! Aku juga sama" Anita memicingkan matanya tidak percaya dengan kata-kata Yoshi.
"Kakak itu kan dokter pastinya banyak yang mau kan sama kakak dan pastinya jauh lebih baik dari saya" Anita benar-benar tidak puas dengan jawaban Yoshi.
"Aku...sebenarnya aku udah sering lihat kamu walau aku gak tahu nama kamu." Yoshi menghela nafas sebentar. "Tadinya aku tidak yakin dengan perasaan ku. Tapi setelah ketemu di perpustakaan waktu itu aku jadi semakin mantab kalau aku benar menyukaimu."
"Kak Yoshi sering lihat aku? dimana? emang Ku lagi apa?Hmm?"
"Anita kamu menerimaku atau tidak?" Yoshi tidak ingin menanggapi pertanyaan tidak penting yang Anita lontarkan. Sebaliknya dia bertanya balik. Tapi sebelum Anita menjawab beberapa pramusaji restoran datang dengan beberapa makanan dan menatanya dimeja.
"Makan saja dulu" Anita sudah membuka mulutnya untuk mengucapkan sesuatu tapi Yoshi sudah berkata dulu dengan tegas.
Sumpah ya aku tidak pernah seperti ini sama cowok tapi kenapa sama kak Yoshi aku jadi nurut banget. Kenapa aku merasa nyaman juga sekarang.Heh aku sudah jatuh sekarang.
Yoshi hanya tersenyum melihat Anita yang kemudian mulai memakan makanan itu.
Aku semakin yakin aku tidak salah memilihmu Anita. Sikapmu galak dan cuek sama aku, tapi aku melihat kau juga menyukaiku bukan?
Asyifa sedang vicall dengan Mirna. Mereka berdua bingung kenapa Anita tidak menjawab telepon dari mereka. Padahal tadi Mirna yakin kalau Anita sudah pulang dari Rumah Sakit.
"Apa dia ngomong apa gitu mir?"
"tau dah aku lupa"
"Kebiasaan ya kamu"
" Oh..mungkin dia mau nemuin perawat pembimbing kali ya"
"Ya sudahlah nanti kabari aja kalo dia udah pulang. dadah Mirna" Asyifa mengakhiri vicallnya tanpa nunggu jawaban dari Mirna.
Mirna mengirim pesan pada Anita.
"Dimana lu"
"Cepet kabari kalo gak gue lapor pak satpam kalo kamu ilang"
5 menit, 10 menit, tidak ada jawaban juga!
Dasar Anita, kemana sih? masa cari perpustakaan?
Anita selesai makan dan bersiap-siap meminta Yoshi untuk mengantar ke Asrama.
"Mau kemana?" tanya Yoshi saat melihat Anita membereskan tas punggungnya.
"ini hampir magrib kak, temen-temenku pasti bingung nanti"
"Bilang saja keluar denganku" What! bagaimana mungkin aku bilang, Steve pasti akan mengamuk.
"Pak satpam juga nanti pasti tanya kak"
" Serahkan padaku. sekarang kirim pesan pada temanmu kalau kamu masih diluar denganku."
"Ba..ba..baiklah" Anita tidak tau lagi mau ngomong apa. Dia meraih ponselnya dan membalas pesan Mirna tanpa membaca lebih dulu.
[Aku masih diskusi dengan dokter, bilang pak satpam pulang larut malam]
setelah terkirim Anita langsung memasukkan ponselnya kedalam tas. Dia tau pasti banyak yang menghubunginya dan dia takut untuk melihat itu.
"Jadi katakan Kamu mau nanti jadi istriku?" ucap Yoshi dengan serius kali ini. Dia tidak mau mengulur waktu lagi. Anita masih belum bereaksi. "Jika kau jawab ya aku antar pulang sekarang"
Heh...aku juga bisa pulang sendiri, batin Anita. Anita menghela nafas beberapa kali sebelum menjawab.
"Ya aku terima proposal kak Yoshi" dia menjawab dengan tenang kali ini, melihat manik mata Yoshi yang hitam.
"syukurlah!" ucap Yoshi lega."Anita mulai sekarang kita berkomitmen untuk benar-benar serius. aku mungkin tidak bisa sering menemui mu karena aku harus fokus belajar. Yang terpenting jagalah hatimu untukku. Dan akan aku pastikan hatiku juga untukmu sak." Anita memperhatikan perkataan Yoshi lalu tertawa.
"Ha..ha...kak Yoshi serius sekali aku jadi canggung sekarang"
"..." Yoshi bingung melihat Anita.
"Baiklah kak, kita jalani saja kehidupan kita masing-masing sekarang. Aku juga ingin fokus belajar. Ya...aku sepakat nantinya kita menikah tapi masih lama kan? mulai sekarang kita saling mengenal saja." Tanpa Yoshi duga ternyata Anita bisa bicara panjang juga. Dia lega karena sudah jelas sekarang dia dan Anita.
Anita calon istriku