Halo ada apalagi kak yos, aku sangat ngantuk!" ucapnya dengan pelan dan tidak ada semangat.
"Woy..ini aku Steve!" terdengar teriakan dari seberang sana yang membuat Anita berjingkat seketika terduduk.
"Ste...Steve!" Anita gagap tahu kalau itu adalah Steve bukan kak Yoshi. aduh bodoh! bodoh! bisa bisanya dia menyebut nama itu.
"Steve...ada apa?" tanyanya kemudian dengan pelan. Dia mengelus dadanya yang kaget tadi.
"kau bilang tadi siapa? kak Yoshi?" ucap Steve yang terdengar mengejek Anita.
"Aku ngantuk Steve..besok saja kita bicara!" Anita langsung mematikan telepon. Dia tahu tidak mungkin Steve tidak curiga.
tapi ya sudahlah..dia hanya ingin tidur sebelum menghadapi kenyataan besok dengan dua orang yang menyulitkannya yaitu Yoshi dan Steve.
Sekali lagi Anita membanting tubuhnya di kasur, tak mau memikirkan apapun dan langsung jatuh tidur.
***
Asyifa seperti biasa bersama dengan Adrian dan para Koas lain, makan siang sambil diskusi. Mereka terlihat sangat akrab dan tidak tampak adanya kesenjangan profesi. Biasanya mereka akan bergaul dengan sesama profesi tapi lain halnya dengan Adrian, Luna dan Betrand yang selalu mengajak Asyifa untuk bergabung dengan mereka.
Luna dulu mengejar Adrian tapi sekarang malah berpacaran dengan Betrand. sekarang memang ada gosip kalau Adrian pacaran dengan Asyifa. Tapi keduanya cuek saja. melihat Asyifa juga cuek menanggapi bisik-bisik temannya maka Adrian pun senang dengan hal itu. memang dasarnya Adrian tukang menggoda dan belum bisa serius dengan seorang perempuan.
Anita dan Asyifa dua sahabat yang belum pernah pacaran hingga tingkat akhir kuliah mereka.
Mereka seperti kompak untuk hanya berteman dengan para lelaki itu. Ya meski sekarang sudah berbeda Anita sudah dilamar orang. he..he..dan Asyifa belum tahu.
Setiap kali ada cowok yang mendekati baik pada Asyifa atau Anita mereka pasti akan menjawab ingin fokus belajar.
Tapi tampaknya sekarang berbeda Asyifa juga mulai menaruh sedikit harapan dengan Adrian, walau bisa dikatakan sama sekali tidak ada kejelasan sikap Adrian. Bahkan kemarin dia selalu menanyakan tentang Anita.
Hah...mungkin memang belum waktunya dia menyukai seseorang. Batin Anita sambil sesekali melirik Adrian yang sedang bergurau dengan Betrand.
Lihat saja Adrian akan bersiul jika ada perawat atau mahasiswi cantik yang lewat disamping mereka. Asyifa sebenarnya sudah enek dengan kegiatan Adrian ini. Apa tidak bosan begitu terus? tanyanya dalam hati.
Anita memalingkan wajahnya dan ngedumel sendiri mencibir tingkah Adrian. Sebenarnya Adrian tahu tapi dia pura-pura.
"Udahlah Syif...emang dasar ini bocah masih sakit!" ucap Luna menghentikan dumelan Asyifa.
"Aku tuh heran aja kak Luna, apa dia ga capek begitu terus? aku aja nih yang lihat aja capek bukan main" ketua Asyifa.
Adrian hanya terkekeh mendengar hal itu.
"Ha..ha..bilang aja lu pingin aku godain. Ya kan Syif?"
"Ih...mana mau aku. Ogah!" balas Asyifa yang membuat Adrian tertawa terbahak-bahak. Dan itu semakin membuat Asyifa jengkel.
"eh...tapi kalo yang aku godain Anita gimana ya?" tanya Adrian tiba-tiba dan membuat mata Asyifa membulat.
"Jangan coba-coba ganggu Anita ya kak. Awas aja kalo sampai aku tahu kakak godain Anita."
"Telpon Anita dong Syif, pengen denger suaranya aku." rengek Adrian sambil mengelus lengan Asyifa.
"Ogah!" sayifa memalingkan muka.
"Anita suka malu-malu gitu ya kalo bicar sama cowok?" tanya Adrian kali ini dengan tampang serius sambil meminta penjelasan pada Asyifa.
"Gak biasa aja. Anita emang gak kaya aku yang cablak, tapi Klo dia udah ga suka sama seseorang omongannya pedes." Asyifa menyeruput es jeruk yang masih separo.
"Anita itu cuma mau ngobrol sama orang yang sudah dia anggep temen atau emang udah ada komitmen sama dia. selebihnya dia akan diem aja." lanjut Asyifa.
"Tadi malem dia langsung matiin vicall itu artinya apa?" tanya Adrian
"Itu karena Anita gak suka sama cowok yang suka gombal dan ga serius!"
"Wih hebat dong Anita, kayaknya ada yang bakalan mati kutu nih!" ledek Betrand yang sejak tadi cuma nyimak obrolan mereka sambil ngelus-elus tangan Luna.
"ga gitu Betrand...tapi Syif...kamu suka kan kalo gombalin?" sebenarnya bukan itu yang ingin Adrian tanyakan tapi dia berpikir belum saatnya untuk bertanya lebih spesifik tentang Anita. Semoga saja ada kesempatan bertemu langsung dengan orangnya. Batin Adrian.
"Anita itu solid kalo sama temen dan ga suka nyablak kayak aku ha..ha..dia itu ya orangnya anteng ga nyablak kayak aku gini. Bukan pendiam sih tapi cewek cool gitu apa ya!"
Luna dan Betrand hampir tertawa bersamaan mendengar Asyifa menggambarkan kepribadian Anita.
"Klo aku sih sering lihat Anita di perpus dia emang beneran pinter loh. aku aja sering dengerin penjelasan Anita diam-diam tuh dari balik tak biar lebih paham..he..he.." Luna nyengir tampak malu-malu.
Bukannya mahsiswa kedokteran itu pinter-pinter banget ya orangnya.
"Ngapain kak Luna dengerin penjelasan Anita? bukannya kak Luna juga udah pinter ya" balas Asyifa.
"Bukan gitu...aku tuh lebih paham aja saat Anita ngejelasinnya dengan sisi dari keperawatan. Dokter butuh partner yang bisa ngertiin kondisi pasien seperti perawat ini." Luna mengambil bolpoin dan memutarnya dengan jari. "Seperti sekarang ini aku juga lebih paham saat kamu ngejelasin kondisi pasien dari pemeriksaan kamu Syif. Dokter gak akan mampu merawat pasien seorang diri kami butuh perawat, petugas lab, bahkan kita butuh terapis." Ketiga orang itu masih setia mendengarkan Luna. "Tapi aku pernah berpikir seandainya Anita jadi dokter dia pasti lebih hebat dari Yoshi atau kamu Adrian." Luna menunjuk Adrian yang nota Bene peringkat ketiga diFakultas kedokteran. "Kamu tahu gak teori kedokteran yang dia pahami lebih dari kamu waktu presentasi."
"Oh ya...kalo gitu tebakanku benar. Anita memang calon idaman." jawab Adrian dengan mata yang berbinar-binar bahkan tadi dia sempat memetik jari juga.
"Calon apa tuh!" potong Betrand cepat
"Ada deh pokoknya"
"Kok aku jadi cemburu sama Anita" kali ini Asyifa hanya mampu membatin saja tidak berani menyuarakannya. Dia lalu menghabiskan es jeruk yang tinggal sedikit itu. " Klo gitu aku kembali dulu, dadah kakak dokter!" Asyifa berlalu dan bergabung kbali dengan teman-temannya diruang Lab.
***
Kisah ini pure hasil dari pemikiran penulis ya tidak mengcopy karya orang lain. Dan aku tidak takut untuk dikritik ya...jadi silahkan yang ga puas sama karya aku boleh mengkritik aku apapun itu.
So jangan bosan baca cerita aku ya, masih ada kelanjutan bab berikutnya yang mungkin nanti bisa jadi lebih seru. mulai bab 11 nanti akan ada kisah seru dan bergejolak. ditunggu ya komentar dari kalian...yang pedes juga gapapa..he...he...kayak bakso aja pedes.